Oknum CPNS Bangka Barat Sudah Pernah Lolos Menyeberang Gunakan Rapid Tes Palsu

Chairul Aprizal    •    Senin, 12 Juli 2021 | 20:24 WIB
Lokal
Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Robby Setiadi Purba.(rul/wb)
Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Robby Setiadi Purba.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Ternyata oknum CPNS Bangka Barat berani membuat surat rapid tes antigen palsu lantaran sudah pernah berhasil lolos di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers, Senin (12/07/2021), bahwa sebelum oknum HP ketahuan gunakan surat rapid palsu, ternyata RJ sudah pernah berhasil lolos di Pelabuhan Tanjung Kalian.

RJ pernah mengelabui petugas Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok menggunakan surat keterangan hasil rapid tes antigen palsu, dan berhasil menyeberang.

"Digunakan sama temannya itu, yang pertama digunakan sendiri, iya (sudah dua kali-red)," ungkap Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto.

Merasa berhasil, perbuatan itu diulangi oleh Oknum CPNS Bangka Barat yakni HP dengan membuat surat palsu juga dan dibantu oleh RJ.

Namun nasibnya tidak seberuntung RJ karena kali ini HP mengalami kesialan belum berhasil menyeberang petugas verifikasi di pelabuhan sudah menaruh curiga dengan surat tersebut dan akhirnya diketahui palsu.

"Masih kita dalami lah itu (sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh RJ-red) untuk sebelumnya ya, yang sebelumnya masih didalami," imbuh Agus.

Kapolres Bangka Barat menuturkan saat ini untuk kasus pernah kecolongan masih didalami dan dilakukan pengembangan terkait ada keterlibatan oknum lain atau tidak untuk pemalsuan rapid tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Robby Setiadi Purba menuturkan untuk barang bukti yang saat ini diamankan berjumlah lima item.

"Jadi untuk barang bukti yang diamankan yang pertama ada surat rapid antigen yang diduga palsu, satu buah cap stempel logo RSUD buat sendiri, ada laptop yang digunakan buat surat mengetik, terus selanjutnya ada pulpen ada printer," terang AKP Robby.

"Modus membuat hasil rapid tes antigen palsu untuk digunakan sebagai yang mana syarat penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok ke Pelabuhan Tanjung Api-api,” jelas AKP Robby.

Ditambahkan AKP Robby, kasus masih dalam pengembangan apabila nanti ditemukan adanya keterlibatan oknum lainnya maka akan juga diproses dan sementara hanya dua orang, yakni HP dan RJ yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara kita masih kita dalami baru dua orang ditetapkan sebagai tersangka," imbuhnya.

Sejauh ini Kasat Reskrim belum dapat menjelaskan keberhasilan RJ yang pertama menggunakan Rapid Tes antigen palsu tersebut hingga bisa menyeberang.

"Jadi sudah dua kali ya, yang tertangkap ini digunakan oleh HP, sebelumnya RJ juga sudah pernah menggunakan surat rapid palsu ini dan lolos," tukasnya.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL