PT SNS Tegas Tolak Usulan Bupati Bangka Selatan

Aston    •    Rabu, 14 Juli 2021 | 15:34 WIB
Lokal
Caption:  Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menggelar pertemuan guna membahas persoalan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lepar Pongok yang dikelola oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS), Rabu (14/7/2021) di ruang rapat Gunung Namak Setda Pemkab Basel. (as/wb)
Caption: Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menggelar pertemuan guna membahas persoalan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lepar Pongok yang dikelola oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS), Rabu (14/7/2021) di ruang rapat Gunung Namak Setda Pemkab Basel. (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menggelar pertemuan guna membahas persoalan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lepar Pongok yang dikelola oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS), Rabu (14/7/2021) di ruang rapat Gunung Namak Setda Pemkab Basel. 

Pertemuan masyrakat dengan PT SNS yang sudah kesekian kali yang difasilitasi oleh pemerintah setempat kembali berakhir buntu. Masyrakat yang menuntut agar PT SNS tidak lagi melakukan pengembangan membuka perkebunan baru dinyatakan keberatan oleh PT SNS. 

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid yang memimpin rapat pertemuan tersebut  mencoba menawarkan opsi kepada masyarakat agar sisa lahan PT SNS sebanyak kurang lebih 2000 hektare agar dikembalikan kepada masyrakat dalam pengelolaannya. 

" Ini saya coba tawarkan opsi tau sama tau, HGU yang belum dikelola oleh perusahaan agar dikelola masyarakat. Ditanam (Sawit--red) oleh masyarakat dan hasil diambil oleh pihak perusahaan. Tapi itu opsi saya kepada masyarakat dan tergantung SNS nerima atau tidak usulan saya," tutur Riza menawarkan usulan saat memimpin pertemuan.

Usulan Bupati itu sempat disambut baik oleh masyarakat. Kharudin Iskandar selaku perwakilan masyrakat mengatakan menerima usulan Bupati kalau sisa lahan kurang lebih 2000 hektare dapat dikelola oleh masyarakat. 

Namun, pihak perusahaan PT. SNS melalui kuasa hukum, Dr, Panca SH,MH dengan tegas menolak usulan Bupati tersebut. Panca mengatakan, pihak perusahaan hanha bersedia membantu masyarakat yang ingin berkebun dengan menyediakan bibit gratis. 

" Mohon maaf Pak Bupati kalau untuk menyerahkan kepada masyarakat kami menolaknya, tapi seperti yang kami sampaikan jika masyarakat ada lahan kosomg kami siap membantu menyediakan bibit," tegas Panca.

Konflik perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh PT SNS dengan masyrakat memang bergejolak dalam beberapa bulan terakhir, bahkan sempat terjadi tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh masyrakat yang menuntut agar PT SNS menghentikan pembukaan perkebunan baru. 

Dalam pertemuan kali ini, turut dihadiri Dirkrimsus Polda Babel, Danrem, Kapolres, Kejari, Camat, serta unsur forkopimda lainnya. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL