Dampak Covid-19, Sebanyak 4.158 Penduduk Babel Jadi Pengangguran

Tim_Wow    •    Kamis, 15 Juli 2021 | 17:38 WIB
Lokal
Caption: Data Pengangguran. (BPS Babel)
Caption: Data Pengangguran. (BPS Babel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kasus Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung hingga pertengahan Juli 2021 belum mereda. Dampak pandemi yang terjadi sejak Maret 2020  mulai dirasakan.  Hingga Februai 2021 tercatat sebanyak 4.158 penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi pengangguran.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung, Kamis (15/7/2021) mencatat sebanyak 70.473 penduduk usia kerja (6,33 persen) di Babel terdampak Covid-19, dengan rincian  4.158 penduduk menjadi pengangguran.  Ada 2.620 penduduk menjadi bukan angkatan kerja dan  sebanyak 8.778 penduduk sementara tidak bekerja. 

Dari data BPS itu pula dampak COVID-19 di Babel ini tercatat 54.917 penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja (ShorterHours).

Dampak COVID-19 terhadap jumlah pengangguran sebagai faktor yang terkait dengan kemiskinan di Bangka Belitung. Faktor lainnya yang juga mempengaruhi kesmiskinan yakni pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2021 terhadap triwulan I 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,97 persen (y-on-y). 

Lalu daya beli relatif rendah selama periode September 2020 – Maret 2021 sehingga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 2,14 persen.

“Pada Februari 2021, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,04 persen. Terjadi kenaikan sebesar 1,69 persen poin dibandingkan Februari 2020 yang sebesar 3,35 persen ,” kata Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  saat menyampaikan profil Kemiskianan Kepulauan Bangka Belitung Maret 2021 melalui virtual, Kamis (15/7/2021).

Sedangkan persentase penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 4,90 persen, naik sebesar 0,01 poin persen dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang sebesar 4,89 persen. Kelompok kemiskinan ini dibagi menjadi dua, yaitu perkotaan dan pedesaan. 

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Babel pada September 2020 sebesar 3,43 persen naik menjadi 3,57 persen pada Maret 2021. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 6,75 persen mengalami penurunan menjadi 6,63 persen pada Maret 2021. (wb)



MEDSOS WOWBABEL