Demonstrasi di Era Pandemi: Antara Kebebasan Berekspresi dan Egoisme Mahasiswa

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 15 Juli 2021 | 19:03 WIB
Opini
Andri Yanto, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)
Andri Yanto, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)


Oleh: Andri Yanto, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung


Demonstrasi bersama yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa, 6 Juni 2021 kemarin menimbulkan berbagai pro kontra. Selain substansi demo yang krusial, jumlah massa yang hadir dengan kerumunan besar juga menarik atensi publik d itengah merebaknya pandemi COVID-19 di Bangka Belitung.

Gerakan mahasiswa yang dikomandoi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Bangka Belitung (UBB), IAIN SAS Babel, Polman Pangkalpinang, Univeritas Muhammadiyah Babel, STISIPOL Pahlawan 12 Sunagiliat, Poltekkes `Pangkalpinang dan mahasiswa dari perguruan tinggi lainya ini mengusung substansi protes terhadap langkah pemerintah dalam perkembangan politik akhir-akhir ini yang dinilai melemahkan integritas dan instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Demonstrasi berjalan secara damai dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, di halaman depan Kantor DPRD. Meski tujuan utama dari gerakan ini tercapai, yakni kesetujuan pimpinan DPRD Provinsi untuk menandatangani pernyataan sikap yang diusung mahasiswa, namun berbagai pertanyaan publik turut mencuat terutama terkait dengan esensi dari demonstrasi yang dilakukan di tengah tingginya persebaran COVID-19.  Apakah langkah yang dilakukan mahasiswa dengan demonstrasi “besar-besaran” ini adalah bijak?



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL