Sebanyak 72,71 Ribu Orang Miskin di Babel, Persentase Penduduk Miskin Pedesaan Turun

Tim_Wow    •    Kamis, 15 Juli 2021 | 17:36 WIB
Lokal
Caption: Data Kemiskinan di Babel. (sumber: BPS Babel)
Caption: Data Kemiskinan di Babel. (sumber: BPS Babel)

PANGALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terkait kemiskinan di Indonesia, berdasarkan Survei Ekonomi Nasional September 2020. Menurut data tersebut, jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung per Maret 2021 mencapai 72,71 ribu orang.

Persentase penduduk miskin yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 4,90 persen, naik sebesar 0,01 poin persen dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang sebesar 4,89 persen.

“Tingkat kemiskinan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (4,90 persen) berada di bawah tingkat kemiskinan nasional (10,14 persen). Provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Bali (4,53 persen) dan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi adalah Papua (26,86 persen),” kata Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami Kepala BPS Provinsi Kpeulauan Bangka Belitung  saat menyampiakan profil Kemiskianan Kepulauan Bangka Belitung Maret 2021 melalaui virtual, Kamis (15/7/2021).

Kelompok kemiskinan ini dibagi menjadi dua, yaitu perkotaan dan pedesaan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Babel pada September 2020 sebesar 3,43 persen naik menjadi 3,57 persen pada Maret 2021. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 6,75 persen mengalami penurunan menjadi 6,63 persen pada Maret 2021.

“Selama periode September 2020–Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,50 ribu orang (dari 28,38 ribu orang pada September 2020 menjadi 29,84 ribu orang pada Maret 2021), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,8 ribu orang (dari 43,67 ribu orang pada September 2020 menjadi 42,87 ribu orang pada Maret 2021),” ujarnya.

Dwi retno menambahkan, peranan  komoditi  makanan  terhadap  Garis  Kemiskinan  di Babel jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis  Kemiskinan  Makanan  terhadap  Garis  Kemiskinan  pada Maret 2021 tercatat sebesar 72,32 persen. Kondisi ini turun jika dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang tercatat sebesar 72,72 persen.

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun   di perdesaan, adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, kue basah,  telur ayam ras, dan mie instan. Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan. (wb)



MEDSOS WOWBABEL