Bagi Kalangan UMKM Biaya Ekspor dari Bangka Belitung Masih Mahal

ADVERTORIAL    •    Senin, 19 Juli 2021 | 21:43 WIB
Ekonomi
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat melepas ekspor perdana Getas Ayu ke Singapura, Senin (19/7/2021) di Bandara DepatI Amir Pangkalpinang.(wb)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat melepas ekspor perdana Getas Ayu ke Singapura, Senin (19/7/2021) di Bandara DepatI Amir Pangkalpinang.(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengakui biaya ekspor komoditas asal Bangka Belitung seperti halnya makanan khas dari hasil olahan laut ini masih mahal. Akibatnya komoditas asal Bangka Belitung yang diproduksi pelaku usaha tidak memiliki nilai tambah.

Upaya untuk mengatasi persoalan biaya ekspor yang mahal bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor ini terus dilakukan Erzaldi.

“Saya sampaikan bahwa cost logistic kita masih tinggi. Ada cost  juga  khususnya di karantina  baik  karantina perikanan dan karantina pertanian. Ini  masih perlu kita koreksi agar kita  bisa  memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi para pelaku usaha kita,” ujar Erzaldi Rosman saat melepas ekspor perdana Getas Ayu ke Singapura, Senin (19/7/2021) di Bandara DepatI Amir Pangkalpinang.

“Saya ambil contoh kalau IKM dan UMKM  yang biasa-biasa saja untuk  memenuhi syarat ekspor, tidak saja memiliki SKP tetapi yang lebih penting  tadi  adalah sertifikat HACCP ini  syaratnya sangat luar biasa. Kalau  tidak kita  bimbing ini akan sangat sulit,” tambah Erzaldi.

Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengekspor komoditi di daerah apalagi pada masa pandemi Covid-19. Kegiatan ekspor  paling baik  untuk  pertumbuhan ekonomi.Namun sayangnya  devisa  eksport  dari  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini masih kecil. Namun tak membuat Erzaldi patah semangat. Dia terus mendorong agar pelabuhan dan bandara sebagai pintu ekspor lebih maksimal.

“Tempat untuk eksport adalah  pelabuhan dan bandara itu belum optimal fasilitas dan lain sebagainya.  Makanya kita selalu berupaya untuk terus memperbesar pelabuhan kita dan bandara kita sehingga aktifitas ekspor ini lancar,” ujarnya.

Mahalnya biaya logistik untuk ekspor bagi pelaku IKM dan UMKM ini diakui oleh Jhon, pemilik usaha Getas Ayu.

“Begitu siap secara sarana, regulasi, saat bertemu buyer ternyata masalah ongkos kirim yang masih mahal,” kata John.

Biaya pengiriman barang tujuan ekspor dari Bangka Belitung untuk skala UMKM yang orderannya di bawah 20 fit kontainer dengan menggunakan penerbangan ongkos kirim tergolong mahal.

“Karena ini produk snack yang  healhty  valuenya sangat murah. Tentu kami juga butuh support memberikan solusi  supaya kita bisa eksport langsung dari Bangka Belitung,” ujar John.(adv/*) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL