Gelontorkan Rp21,3 M untuk Berkah Mart, Pemprov Babel Ingin Perkuat Usaha Desa

Jurnalis_Warga    •    Senin, 19 Juli 2021 | 09:36 WIB
Lokal
Caption: Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DinsosPMPD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Budi Utama. (dok/wb)
Caption: Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DinsosPMPD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Budi Utama. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui dana bantuan gubernur telah menggelontorkan Rp21,3 Miliar kepada 213  Pemerintah Desa (Pemdes). Dana tersebut  sebagai bentuk penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melalui program Berkah Mart  sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi desa. 

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DinsosPMPD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Budi Utama mengatakan anggaran bantuan Gubernur ke Pemdes dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

Tahap pertama tahun 2018 dikucurkan bantuan untuk 61 desa dengan alokasi Rp100 juta per desa. Tahap kedua tahun 2019 untuk 152 desa, sehingga total dana bantuan desa melalaui program Berkah Mart  mencapai Rp21,3 Miliar untuk penyertaan modal desa di 213 Bumdes.

“Dana bantuan desa ini terbagi dalam dua tahun,  tidak sekaligus. Tidak semua desa di Babel menerima.  Ada yang dikucurkan tahun 2018 dan tahun 2019,  totalnya ada  213 desa yang menerima bantuan masing-masing desa mendapat Rp100 juta,” kata Budi Utama, Sabtu (17/7/2019).

Program Berkah Mart, kata Budi Utama ada dasar hukumnya Peraturan Gubernur Babel  Nomor 74 tahun 2018, bahwa bantuan keuangan dari Pemprov Babel kepada Pemdes. Selanjutnya Pemdes menunjuk Bumdes untuk mengelola bantuan melalui  salah satu unit usaha Barkah Mart. 

Adapaun rincian alokasi uang bantuan itu Rp10 Juta untuk Pemdes, Rp90 juta untuk unit usaha Bumdes yang terbagi lagi 70% sebagai modal Berkah Mart dan 30% untuk sarana dan prasaran Berkah Mart. 

“Selama ini penyertaan modal dari pemdes ada dari dana desa, anggaran dana desa, lalu ada dana bantuan gubernur. Progaram ini luhur karena tujuanya agar Berkah Mart bisa sebagai pasar dari hasil potensi desa,  baik itu produk UMKM dan segala sesuatu  hasil dari pemberdayaan produk desa. Unit Usaha Berkah Mart  juga bisa menjadi distributor di tingkat desa ketika toko kecil tidak ada barang yang bisa  dipasok oleh Berkah Mart. Tujuannya memperpendek rantai distribusi barang yang ada di desa,” ujar Budi Utama. 

Sedangkan barang yang masuk ke Berkah Mart sesuai dengan kebutuhan di desa dengan sistem kerjasama yang sepenuhnya ditentukan oleh Bumdes dengan sarat distributor barang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel. 

Budi Utama mengakui dalam perjalanan Berkah Mart dari hasil monitoring yang dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat Pemdes, Kabupaten hingga Provinsi ditemukan beberapa unit usaha program Berkah Mart ini berhenti.

“Karena Bumdes itu adalah kegiatan bisnis, dalam perjalanan ada yang untung dan rugi. Ini yang masih terus kami monitor dari 213 program Berkah Mart di Bumdes yang berhasil dan tidak,” ujar Budi. (adv/*)



MEDSOS WOWBABEL