Serapan Anggaran Covid-19 dan Insentif Nakes Rendah, Pemprov Babel Ditegur Kemendagri

Dwi H Putra    •    Senin, 19 Juli 2021 | 13:02 WIB
Lokal
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. (dok/wb)
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, tanpa beban dan ringan menanggapi teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait penyerapan anggaran Covid-19 dan pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes). 

Pasalnya, Babel termasuk dari 19 provinsi di Indonesia yang terlambat dalam penyerapan anggaran Covid-19. 

"Iya, benar ada teguran dari Mendagri, tidak apa-apa saya ditegur," kata Erzaldi kepada wartawan disela-sela kegiatan pelepasan ekspor perdana Produk Industri Kecil Menengah di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (19/7/2021). 

Menurutnya keterlambatan tersebut disebabkan terlambatnya pengesahan kesepakatan anggaran refocusing untuk Covid-19 yang dilakukan antara eksekutif dan legislatif. 

"Tapi semuanya sudah selesai, termasuk insentif nakes yang terlambat," jelas Erzaldi. 

Diketahui pelaksanaan refocusing dilakukan berdasarkan Surat Edaran dari Kemenkeu tersebut harus merefocusing 8 persen anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 75 miliar.

Tujuannya untuk dukungan operasional vaksin, insentif tenaga kesehatan serta belanja kesehatan lainnya termasuk kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah.

Kemudian untuk Dana Insentif Daerah (DID) direformulasi sebesar 30 persen dari total DID sekitar Rp 56,4 miliar untuk penangan Pandemi Covid-19, sarana prasarana kesehatan, digitalisasi pelayanan kesehatan serta perlindungan. 

Diakui refocusing tersebut terdapat pula pengurangan pendapatan daerah, sehingga berdampak pada penundaan program kegiatan yang sebelumnya tersusun di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti anggaran DAU direformulasi sebesar 8 persen dan DID direformulasi 30 persen untuk memenuhi program kesehatan berkaitan dengan penanganan Covid-19. Jadi sekitar Rp 75 miliar dari total DAU  Rp 939 miliar, untuk DID  30 persen sekitar Rp 17 miliar dari total DID Rp 56 miliar.

Dengan demikian total dana anggaran sebesar Rp 92 miliar, yang bersumber dari dari DAU dan DID. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL