Perjuangan Nelayan Temui Titik Terang, Teluk Kelabat Dalam Harus Bebas Tambang

Chairul Aprizal    •    Selasa, 20 Juli 2021 | 17:48 WIB
Lokal
RDP yang digelar di Gedung DPRD Bangka Belitung.(ist)
RDP yang digelar di Gedung DPRD Bangka Belitung.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com  -- Perjuangan nelayan Desa Bakit Kecamatan Parittiga untuk menolak aktivitas tambang di Teluk Kelabat Dalam akhirnya menemukan titik terang. 

Keinginan mereka agar kawasan Tanjung Ru bersih dari aktivitas tambang disepakati DPRD Bangka Belitung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (19/7/2021). 

Ketua Forum Nelayan Pencinta Teluk Kelabat Dalam, Maryono mengungkapkan perjuangan seluruh nelayan tidak sia-sia selama ini karena sudah memperoleh titik terang yang bersepakat bahwa perairan Teluk Kelabat menjadi milik nelayan atau zero tambang. 

"Jadi intinya tidak ada lagi istilahnya yang mengatakan bahwa Teluk Kelabat itu masih ada tambangnya jadi sudah zero tambang, dari hasil rapat tadi, dari keinginan DPRD  mereka akan sama-sama membentuk panitia khusus (pansus)" Kata Maryono, dikonfirmasi usai RDP.

Maryono mengatakan para nelayan mewakili dari 10 desa tetap pada tuntutannya yaitu membentuk pansus untuk Teluk Kelabat Dalam, menuntut Dewan Provinsi untuk mengajukan pencabutan izin IUP yang masih ada ke Kementerian ESDM, dan meminta aktivitas penambangan sekarang yang masih berjalan dihentikan.

"Intinya apabila masih saja bekerja kami tidak akan berhenti bersuara dan akan orasi ke gubernur atau ke Polda, iya ada aksi susulan,"  imbuh Maryono.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming yang saat itu ikut hadir mengatakan dari sisi hukum wilayah Teluk Kelabat Dalam itu memang zero tambang.

"Jadi bisa dipastikan pertambangan disitukan tidak punya izin, kalau perpanjangan tidak mungkin karena cuma ditetapkan zona tangkap, zona budidaya, zona pariwisata, bahkan ada konservasi di situ" kata Ming Ming dikonfirmasi, Selasa  (20/07/2021) pagi. 

Ming Ming menerangkan pihak DPRD Provinsi Bangka Belitung akan menyurati gubernur untuk membuat tim terpadu berkenaan penyelesaian konflik Teluk Kelabat Dalam.

"Saat ini kita hanya menyampaikan, yang kita khawatirkan salah satunya pandemi Covid-19 itu dikarenakan berkumpulnya orang-orang ramai disitu menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih signifikan malah disitu," tutur Bong Ming Ming. 

Ditambahkan Bong Ming Ming, jika persoalan Teluk Kelabat Dalam tidak segera diselesaikan dikhawatirkan bisa memicu konflik lainnya. (rul/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL