13 Boks Baby Lobster Sitaan Polairud Babel Dilepaskan di Perairan Pulau Ketawai

Firman    •    Rabu, 21 Juli 2021 | 06:18 WIB
Lokal
Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif saat konfress penggagalan penyelundupan bayi lobster.(ist)
Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif saat konfress penggagalan penyelundupan bayi lobster.(ist)

PANGKALPINANG -- Tim gabungan Ditpolairud Bangka Belitung dan BKSDA melepaskan baby lobster sebanyak 13 boks di kawasan perairan Pulau Ketawai, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (20/7/2021) sore. 

Baca Juga: Baby Lobster Senilai Rp 10 Miliar Gagal Diselundupkan ke Singapura

Baby Lobster senilai Rp 10 miliar tersebut merupakan barang bukti yang diamankan Tim Hiu Macan Subditgakkum Ditpolairud Polda Bangka Belitung di perairan Muntok, Bangka Barat, Senin (19/7/2021) dinihari..

"Kita lepas di Perairan Pulau Ketawai, kalau tidak dilepas sayang nanti mati," ungkap Kapolda Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat, Selasa (20/7/2021) sore.

Disampaikan Anang Syarif jika tidak lepas ke habitatnya Baby Lobster ini akan mati kehabisan oksigen.

"Karena Baby Lobster ini tidak mampu bertahan hingga 24 jam, jadi untuk itu harus secepatnya, harus dilepas ke habitat aslinya," ujarnya. 

Anang Syarif  berharap dengan dilepaskannya Baby Lobster ini ke habitatnya, nantinya dapat memberikan manfaat bagi nelayan ke depan.

"Mudah-mudahan enam bulan ke depan Baby Lobster ini bisa berkembang biak, sehingga kedepannya bisa diambil lagi oleh nelayan sekitar," ujar Anang. 

Selain itu dijelaskan Anang Syarif pihaknya ingin melepaskan Baby Lobster ini ke habitatnya hasil kesepakatan bersama pihan BKSDA.

"Baby Lobster ini harus segera di lepas ke habitatnya, dan akan kita tebar ke Pulau Ketawai sebelum estimasi waktu bertahannya di dalam boks melewati ambang batas," ungkap Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL