Baby Lobster Senilai Rp 10 Miliar Gagal Diselundupkan ke Singapura

Firman    •    Rabu, 21 Juli 2021 | 05:59 WIB
Lokal
Kapolda Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat saat konfress penggagalan penyelundupan baby lobster. (Ist)
Kapolda Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat saat konfress penggagalan penyelundupan baby lobster. (Ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Bangka Belitung, berhasil menggagalkan penyeludupan Baby Lobster, Selasa (19/7/2021) dini hari di perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Baby lobster yang ditaksir senilai Rp10 miliar tersebut diamankan dari tiga tersangka, yakni Rinto (40) ( Motoris ), Resad  (31) ( ABk ), dan Mat Diah (26) ( ABK ).

Baca Juga; 13 Boks Baby Lobster Sitaan Polairud Babel Dilepaskan di Perairan Pulau Ketawai

Kapolda Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat mengatakan, ketiga pelaku ini merupakan warga Sungsang III, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

"Ketiganya ditangkap di sekitar perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, dimana saat diamankan ternyata isinya belasan bok  Baby Lobster yang tidak dilengkapi perizinan," kata Anang Syarif saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Bangka Belitung, Selasa (20/7/2021) sore.

Anang Syarif menambahkan, pengungkapan terhadap kasus pengiriman Baby Lobster ini
saat Tim Hiu Macan Subditgakkum Ditpolairud Polda Babel melakukan patroli rutin.

"Kita akan terus melakukan pendalaman serta pengembangan terkait asal muasal Baby Lobster ini," ujarnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga akan mendalami pemilik sekaligus penerima belasan boks Baby Lobster tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, kalau 13 boks Baby Lobster tersebut akan dikirimkan ke Singapura, untuk asal usul dan pemilik serta  penerimanya masih kami dalami," ungkap Anang.

Selain itu dijelaskannya, akibat perbuatan yang dilakukan ketiganya dikenakan Pasal 92 Jo. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja Pasal 92 Jo. Pasal 26.

"Atas perbuatannya mereka diancam dengan hukuman penjara 8 tahun dan denda Rp 1,5 miliar," tukasnya.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL