Dua Oknum CPNS Palsukan Surat Swab Antigen, BKPSDM Babar Belum Berani Berikan Sanksi

Chairul Aprizal    •    Jumat, 23 Juli 2021 | 18:56 WIB
Lokal
Kepala BKPSDM Bangka Barat, Antoni Pasaribu.(rul/wb)
Kepala BKPSDM Bangka Barat, Antoni Pasaribu.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kepala BKPSDM Bangka Barat, Antoni Pasaribu belum berani menyatakan akan mengeluarkan sanksi pemberhentian kepada kedua oknum CPNS Bangka Barat yang sudah menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan surat rapid tes antigen.

Antoni menyebutkan dirinya sudah mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan keterangan secara tertulis bahwa kedua oknum yang menjadi tersangka adalah CPNS Bangka Barat.

Namun lagi-lagi pihak kepolisian tidak membuka status pekerjaan dari kedua oknum tersebut seperti pada saat konferensi pers tanggal 12 Juli 2021 lalu. Kapolres tidak ingin menyebutkan status kedua tersangka adalah CPNS.

"CPNS bukan suatu pekerjaan, CPNS bukan ? ya CPNS bukan pekerjaan ya kita gak termasuk menanyakan itu status kecuali kita bukan pendaftaran, pekerjaan itu petani, nelayan, CPNS bukan pekerjaan gak ada gaji disitu atau honor status itu," tutur AKBP Agus Siswanto saat konferensi pers.

Saat Antoni meminta keterangan dari kepolisian, Polres Bangka Barat dalam melakukan penangkapan kedua tersangka langsung berkirim surat kepada orang tua masing-masing tersangka.

"Di kepolisian itu sudah membuat surat ke orang tua masing-masing yang tersangka, jadi ke KSN belum, karena katanya mereka ke orang tua aja. Iya tapi saya sudah akui CPNS kita itu,"  tegas Antoni, usai menghadiri rapat paripurna, Jumat (23/07/2021) lalu.

Kepala BKPSDMD Bangka Barat bermaksud bisa mendapatkan status kedua tersangka saat mengunjungi Polres Bangka Barat namun surat pemberitahuan penangkapan diberikan ke orang tua tersangka.

"Artinya masih diperiksa polisi, sanksinya belum kita rapatkan, karena kita kan kemarin minta status, tapi rupanya kemudian itu memberikan kepada orang tua tersangka, surat pemberitahuan kepada orang tua bahwa dia dalam pemeriksaan polisi," jelas Antoni.

Antoni akan mencoba berkoodinasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mendapatkan keterangan agar bisa ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

"Statusnya nggak disampaikan (pihak kepolisian-red) sebenarnya kami akan koordinasi lagi terkait masalah dengan OPD-OPD terkait lah, orang-orang yang berada di dinas, dalam hal bagaimana tindak lanjut selanjutnya," imbuh  Antoni.

Antoni mencoba mengkonfirmasi ke Tim Satgas Covid-19 Bangka Barat yang bertugas pada saat menemukan rapid tes antigen palsu tersebut untuk mendapatkan keterangan dari kedua oknum tersebut CPNS dari OPD mana.

"Karena surat dari kepolisian nggak ada, kita tanya ke Tim Gugus Covid-19 lah nanti dari dinas mana," ujar Antoni Pasaribu.

Sementara ini Antoni belum berani menyatakan kedua oknum CPNS Bangka Barat yang telah mencoreng nama baik daerah itu apakah akan diberhentikan perjalanan karirnya untuk dilantik jadi PNS.

"Status CPNS . Kita nggak ada istilah dia diberhentikan ya sudah, kita nggak bisa ini harus diganti si A si B nggak ada. Kita kan nggak mau berandai-andai diberhentikan atau segala macam nggak berani kita, nantikan kita konsultasi juga terkait masalah tindak lanjut ini dengan BKN itu ada," terang Antoni.

Antoni menyebutkan pihaknya masih mempelajari aturan yang mana CPNS tersebut dapat diganti dengan urutan dibawahnya untuk melanjutkan, yang jelas menurutnya jikalau pun diberhentikan maka akan dipastikan tetap kosong jabatan tersebut.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL