Ini Pengakuan Bocah Pengamen Korban Predator Anak Asal Palembang

Firman    •    Jumat, 23 Juli 2021 | 15:26 WIB
Lokal
AN (inisial--red)  yang diduga sebagai predator anak saat ditangkap Tim Naga Polres Pangkalpinang.(ist)
AN (inisial--red) yang diduga sebagai predator anak saat ditangkap Tim Naga Polres Pangkalpinang.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Salah satu dari bocah yang menjadi korban kekerasan AN (32) asal Palembang,  mengaku jika mereka kerap disuruh oleh  tersangka untuk mengamen di Jalan Raya Kota Pangkalpinang.

Kepada polisi salah satu korban bocah laki-laki yang masih berumur 11 tahun, sebut saja Gg bukan nama sebenarnya, mengatakan mereka kerap dipakai oleh AN untuk mengamen, lantaran takut dirinya bersama teman yang lain harus menuruti keinginan  Anton.

"Uang hasil kami ngamen langsung dirampas oleh AN dan tanpa menyisakan sepeserpun," ungkap GG, Kamis (22/7/2021).

Gg juga menyebutkan, sebelum ia kenal dengan AN, memang dirinya sudah mengamen namun hanya sebentar, setelah mendapatkan uang untuk beli jajan langsung pulang ke rumah.

"Awalnya memang saya juga ngamen, karena mau beli jajan dan tidak mau nyusahin orang tua, karena masih ada ibu, bapak sudah meninggal," ujarnya.

Lanjut Gg dirinya bersama teman-teman yang lainnya ditampung AN di kontrakannya, selain itu AN juga kerap memukul mereka apabila tidak menuruti keinginannya.

"Kita sering dipukuli AN, kalau tidak nurut keinginannya untuk ngamen, lalu kami diberikan gitar olehnya," ungkap korban.

"Kalau tidak nurut, kami dipukul dan diancam olehnya, lalu kami juga dibilang ada utang kata AN, misalkan dapat Rp10 ribu, uangnya diambil semua oleh AN ini, kami tidak dapat apa-apa," ujarnya.

Ternyata tidak hanya disuruh ngamen dan dipukul, menurut pengakuan Gg, pelaku AN juga sering melakukan tindakan asusila atau sodomi terhadap anak laki-laki yang masih di bawah umur lainya yang ada di kontrakannya.

Diungkapkan Gg dan temannya RG yang menjadi korban AN. Mereka juga sering melihat Anton melakukan perbuatan tak senonoh, terhadap dirinya maupun teman yang lain.

"Kita sering mendapatkan perbuatan yang tak senonoh dilakukan Anton, seperti dicium dan dipeluk pelaku, namun saat pelaku ingin melakukan yang lebih jauh lagi, saya menolak dan berusaha berontak," ujarnya.

"AN hanya meluk saya dan cium saya, kemudian memaksa untuk dicium, kalau buka pakaian saya tidak ada, tapi teman saya satu lagi ada dibegitukan (Sodomi-red), saat itu dilakukan di kamar, dan kami lihat tapi pura-pura tidak lihat," ungkapnya

"Kami juga lihat dia dicabuli digoyang-goyang, saat itu teman kami dipangkunya, dan tidak pakai celana," tutur Gg.

Dijelaskannya, AN melakukan perbuatan tak senonoh itu terhadap temannya yang lain pada malam hari di rumah kontrakannya.

Gg juga menceritakan, AN sering kali memegang botol yang ada pipet dua di atas tutupnya dan ada kaca di atasnya, terus dibakar menggunakan korek api lalu diisap sehingga mengeluarkan asap.

"Kadang kami juga diberikan untuk mengisap benda tersebut, dan kalau tidak mau kita dipaksa untuk mencobanya," ujar Gg.

Ditambahkan Gg, ia bersama teman-teman lainnya harus menuruti apa yang disuruh oleh AN.

"Kita bersama teman lainnya harus nurut, lantaran diancam oleh AN," tukasnya.(fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL