Babel PPKM, Kapolda dan Danrem Perintahkan Tindak Pelanggar Prokes

ADVERTORIAL    •    Minggu, 25 Juli 2021 | 16:52 WIB
Nasional
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Langkah tegas akan dilakukan  oleh Kepolisian dan TNI bagi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Bangka Belitung.  TNI dan Polri mengawal setiap poin kesepakatan dalam pengetatan kegiatan kemasyarakatan selama PPKM semata-mata untuk  keselamatan masyarakat.

"Prinsipnya kami menjalankan apa yang sudah disepakati. Kebijakan ini harus dilakukan konsisten. Kita akan mencari strategi yang bisa membuat masyarakat mau mentaati," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat saat dialog interaktif di RRI Sungailiat, Minggu (25/7/2021).

Kapolda Bangka Belitung didampingi  Danrem 045 Gaya Brigjen TNI Jangkung W dan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan pihaknya  sepakat untuk menerapkan penindakan di tengah-tengah masyarakat terhadap penerapan prokes dengan cara yang humanis.

Pendekatan humanis tambah Danrem 045 seperti keterliban TNI dan Polri selama  masa pandemi Covid-19.TNI hingga Babinsa sejak awal Covid sudah sangat aktif bersama Kades,  Babinkamtibmas,  dan relawan dalam mensosialisasikan penerapan prokes. 

"Berkaitan dengan PPKM level 4 ini menjadi ikhtiar kita bersama, dan masyarakat diharapkan mendukung," timpal Danrem Jangkung Widyanto.

Sebelumnya  Erzaldi Rosman memaparkan jika menilik  peraturan Pemerintah Pusat yang merujuk  rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, aktivitas di daerah PPKM level 4 harus ditutup total. Sementara, pada level 3 dilakukan pembatasan.

Hanya saja, dirinya sebagai pengambil kebijakan tertinggi di Babel tidak serta merta melakukan penutupan melainkan pembatasan, namun tetap memperhatikan kelangsungan hidup masyarakat terutama persoalan ekonomi, yang sejauh ini menjadi sektor utama yang terkena imbas akibat Covid.

Ia tidak ingin ekonomi masyarakat menjadi lumpuh, sehingga mengakibatkan masyarakat semakin terpuruk. Untuk itu, gubernur bersama para jajaran Forkopimda sepakat mengambil beberapa kebijakan yang tidak merugikan masyarakat secara luas, namun tidak mengabaikan prokes yang ditetapkan. 

"Kita melihat kondisi daerah kita beda dengan daerah luar. Kalau di luar sana, PPKM level 4-nya tutup, tetapi kita lihat kondisi di sana seperti apa. Pengalaman itulah yang bikin kita diskusi agar kita bisa mengambil kebijakan yang pas dan tepat," katanya.(adv/*) 




MEDSOS WOWBABEL