Ini Syarat Penyeberangan Masuk ke Bangka Belitung

Dwi H Putra    •    Selasa, 27 Juli 2021 | 20:48 WIB
Lokal
Sekretaris Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.(dok)
Sekretaris Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 550 /© W DISHUB tentang Pengendalian transportasi angkutan penyeberangan antisipasi perjalanan masyarakat yang akan memasuki wilayah pelabuhan penyeberangan ASDP Tanjung Kalian.

"Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden RI yang menginstruksikan agar melaksanakan PPKM Level 4 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melalui Keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan status PPKM level IV untuk tiga kabupaten di Babel," kata Sekretaris Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Selasa (27/7/2021). 

"Ini juga berdasarkan Surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 serta hasil Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel untuk penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat terkait PPKM Level 4 penanganan Covid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang diantaranya pengaturan/ pembatasan melalui pelabuhan angkutan penyeberangan," ujarnya. 

Dijelaskannya ada beberapa hal yang wajib diikuti diantaranya:  

(1) pengoperasian kapal di pelabuhan penyeberangan ASDP untuk kapal Ro-Ro yang  beroperasi dari Tanjung Kalian - Tanjung Api- Api (Pp) dibatasi sampai pukul 16.00 wib dan tidak ada penjadwalan untuk penambahan trip ekstra kapal.

(2) Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Babel melalui angkutan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil négatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau hasil négative rapid test antigen yang  sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

(3) Masa pembatasan penumpang sampai 75 persen dari kapasitas armada setiap kapal untuk mengangkut penumpang untuk tujuan ke Pelabuhan Tanjung Kalian.

(4) Bagi penumpang/ masyarakat, kendaraan barang, dan kendaraan angkutan logistik yang akan memasuki Babel melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, dipersyaratkan wajib test ulang menggunakan pemeriksaan Swab Rapid Diagnostic Test Antigen biaya dibebankan secara mandiri terhadap yang diangkut.

(5) Apabila pada saat dilakukan RDT Antigen didapati hasil positif, maka akan dilakukan proses karantina oleh Satgas Penanganan Covid-19 provinsi, kabupaten dan kota, dengan biaya selama karantina ditanggung pribadi.

(6) Khusus angkutan kendaraan untuk muatan barang (Logistik) maksimun duaua) orang (Sopir & Kernet). (7) Tim petugas kesehatan mempersiapkan pemeriksaan Swab Rapid Diagnostic Test Antigen dibebankan secara mandiri terhadap yang diangkut pada wilayah daerah kewenangan pelabuhan setempat dapat mengantisipasi selama perpanjang waktu.

(8) Pihak petugas kesehatan terkait angkutan kendaraan yang bermuatan barang (Logistik) akan dilakukan rapid ulang secara mendadak dan acak di Pelabuhan Tanjung Kalian.

"Ketentuan point 2, 3 dan 4, tidak berlaku untuk anak - anak usia dibawah lima tahun," jelas Mikron. 

"Diminta untuk dapat menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 (6 M), ketentuan ini berlaku sejak tanggal 26 Juli 2021 sampai tanggal 2 Agustus 2021," pungkasnya. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL