Pasokan Makin Parah Harga Timah Dekati 35.000 Dolar AS Per Ton

Tim_Wow    •    Selasa, 27 Juli 2021 | 12:19 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

LONDON,www.wowbabel.com -- Harga timah makin melonjak mendekati harga tertinggi 35.000 Dolar AS per ton sekaligus menjadi rekor baru. Pasokan yang tidak pasti telah mendorong harga timah dan beberapa logam lainnya.

"Timah untuk tiga bulan di LME mencapai level tertinggi baru sepanjang masa di 34.805 Dolar AS per ton pada hari Senin, melonjak dari harga penutupan hari Jumat di 34.500 Dolar As  per ton," tulis analis Fast Markets di metalbulletin.com , Selasa (27/7/2021).

Dia melanjutkan jika situasi pasokan yang tidak pasti bersama dengan meningkatnya permintaan untuk logam terus mendukung harga timah. 

"Pasokan lebih buruk dari sebelumnya sementara permintaan mulai meningkat lagi," kata seorang pedangang di LME.

Kekurangan pasokan timah ke pasar ini tidak lepas dari kondisi pertimahan di China sebagai produsen sekaligus konsumen timah terbesar dunia. Laporan Asosiasi Timah Internasional (ITA),  ekspor  logam timah dari China  melambat pada bulan Juni sebagai arbitrase antara bursa Shanghai dan London menyempit.

Pedagang telah didorong untuk mengimpor timah di China, telah dimanfaatkan oleh produsen Indonesia secara teratur mengekspor sekitar 13% timahnya ke China. 

Sementara Shanghai Futures Exchange memiliki persyaratan kualitas minimum yang lebih tinggi untuk timah olahan daripada LME, ini bukan masalah besar bagi sebagian besar merek.

Namun, selama beberapa bulan terakhir, harga SHFE yang kuat  jauh melampaui harga impor. Dengan arbitrase pada rekor tertinggi, China juga telah mengekspor timah olahan dalam jumlah yang signifikan. Padahal, sepanjang tahun ini, ekspor bersih timah mencapai 5.830 ton. Selama periode yang sama tahun lalu, China telah mengimpor sekitar 7.228 ton.

Namun, pasar domestik mengalami pengetatan pada bulan Juni, menyebabkan harga lokal lebih tinggi. Dengan arbitrase yang lebih lemah, pedagang hanya mengekspor 1.792 ton timah olahan selama bulan tersebut. Ini turun sekitar 41% dari Mei, ketika China mengekspor lebih dari 3.000 ton. (*)



MEDSOS WOWBABEL