Estuti Warga Kampung Dul Penerima BLT: Sejak Covid Berhenti Jadi Pembantu, Lah Tua Dak Dipakai Agik

ADVERTORIAL    •    Rabu, 28 Juli 2021 | 13:23 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat memberikan bantuan kepada sejumlah warga di Kelurahan  Dul Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.(ist)
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat memberikan bantuan kepada sejumlah warga di Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.(ist)

PANGALANBARU,www. wowbabel.com -- Estuti (60) warga Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru,Kabupaten Bangka Tengah termasuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM) Program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI. Matanya berkaca-kaca ketika menerima bantuan berbentuk uang Rp 600.000 untuk dua tahap dan berupa beras 10 kilogram dari bantuan PPKM.

Sejak Covid melanda, Maret 2020, Estuti sudah tidak bekerja lagi sebagai pembangu rumah tangga. Dia berkeja serabutan dan mengandalkan bantuan dari anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya sangat bersyukur bisa dapat bantuan ni, karena sekarang ini sangat sulit. Semenjak Covid ku ndak pacak begawe agik kek orang apalagi sekarang nie lah tua ndak di pake agik,” kata Estuti usai menerima bantuan yang dibagikan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Rabu (28/7/2021).

“Jadi sekarang bekuranglah pendapatan e, biasanya adelah diberi anak juga tapi kini pacak-pacak kitalah, "ujar wanita usia 60 tahun ini.

Bantuan tunai senilai Rp 600.000 serta beras 10 kilogram ini, menurutnya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari selama sebulan lebih.

"Sekarang cuma tinggal dengan anak bungsu, jadi cukuplah untuk sebulan lebih. Suami lah ninggal 17 tahun yang lalu, jadi kita cuma makan bedue,” imbuhnya.

Dirinya berharap program bantuan ini masih berlanjut, sehingga meringankan bebannya apalagi selama PPKM dirinya sulit untuk mendapat pekerjaan.

 "Alhamdulilah mudah mudahan kedepannya dapat agiklah, "harapnya.

Sama halnya dengan Ertina, selama Covid-19 dia berhenti dari pekerjaan di sebuah gudang. Saat ini dia membuat makanan ringan untuk dijual, kadang mengasuh anak kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Ertina harus melakukannya karena sang suami tidak memiliki pekerjaan lagi.

 "Alhamdulilahlah, biasanya kami harus beli beras 20 kilo sebulan. Kini, ade bantuan ni cuma beli 10 kilo  lagi. Semoga Covid cepat berlalu," ungkapnya. 

Saat memberi bantuan, Erzaldi Rosman mengatakan bantuan bagi warga dalam rangka membantu masyarakat menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kabupaten Bangka Tengah.

"Kurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terpaksa. Ini kami beri bantuan beras dan juga uang tunai. Jangan dibelikan rokok, pakailah untuk kebutuhan pokok, "pesan Erzaldi Rosman. 



MEDSOS WOWBABEL