WTP Bukan Jaminan Tak Ada Korupsi

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 29 Juli 2021 | 21:35 WIB
Lokal
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung menggelar talkshow di Studio Mini RRI, Lantai IV Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (29/7/2021). (ist)
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung menggelar talkshow di Studio Mini RRI, Lantai IV Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (29/7/2021). (ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung menggelar talkshow di Studio Mini RRI, Lantai IV Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (29/7/2021).

Tema talkshow kali ini tentang Peran Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung dalam mengawal akuntabilitas untuk pengelolaan keuangan daerah yang lebih berkualitas. Acara ini disiarkan secara interaktif melalui frekuensi  radio FM 96,4 MHz. 

Adapun narasumber dalam acara ini, yakni Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Juditha Madyasasi, Kepala Seksi Pembinaan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (PSAPD) Ertin Tri Yuliasih, dan staf seksi PSAPD Azkalina Diazani.

Kepala Bidang PAPK Juditha Madyasasi di awal dialog menyampaikan adanya sejumlah tantangan dalam penyusunan LKPD periode 2020 yang tetap perlu diperhatikan dalam penyusunan LKPD periode 2021 nanti, yaitu temuan BPK, penanganan pandemi Covid 19, kapasitas SDM, keterbatasan waktu, komitmen stakeholders atau mitra kerja, dan sistem informasi. 

"Patut disyukuri dan dibanggakan, pencapaian opini atas LKPD Lingkup Provinsi Bangka Belitung mencapai peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk periode laporan 2020, seluruh Pemda di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memperoleh status WTP, bahkan dua pemda yaitu Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah telah mendapatkan opini WTP untuk yang ke-lima kalinya," ungkap Juditha Madyasasi

Menurut Juditha, capaian ini bukan hal yang biasa, mengingat secara nasional baru 15 dari 34 Provinsi yang memiliki prestasi yang sama, yaitu seluruh pemdanya memperoleh status WTP.

Sedangkan Kasi PSAPD Ertin Tri Yuliasih menjelaskan audit adalah pemeriksaan, yang dalam arti luas bermakna evaluasi, terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit laporan keuangan adalah pemeriksaan terhadap laporan keuangan. 

Hal ini wajar dilakukan karena diperlukan untuk menyatakan kewajaran atas laporan keuangan, dalam semua hal material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Dalam setiap  audit, auditor akan melakukan audit berdasarkan kebutuhan dan metode yang diperlukan. 

"Seorang auditor juga akan memberikan opini terhadap hal yang sedang diaudit. Misalnya pada laporan keuangan, maka selain menemukan kesalahan pada saat melakukan audit, auditor juga akan memberikan opini agar kesalahan tidak terjadi lagi," terang Ertin. 



MEDSOS WOWBABEL