Cek Stok Obat dan Oksigen, Jaksa Sidak RSUD Sejiran Setason dan Sejumlah Apotek

Chairul Aprizal    •    Jumat, 30 Juli 2021 | 09:36 WIB
Lokal
Jaksa lakukan sidak (inspeksi mendadak) dan pengecekan ketersediaan obat dan oksigen di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat dan sejumlah apotek di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (29/07/2021) kemarin. (ist)
Jaksa lakukan sidak (inspeksi mendadak) dan pengecekan ketersediaan obat dan oksigen di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat dan sejumlah apotek di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (29/07/2021) kemarin. (ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Jaksa lakukan sidak (inspeksi mendadak) dan pengecekan ketersediaan obat dan oksigen di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat dan sejumlah apotek di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (29/07/2021) kemarin.

Sidak dilakukan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat Mario Nicolas SH didampingi Kasubsi Intelijen M Syaran Jafizhan SH MH. 

Kepala Kejari Bangka Barat Helena Octavianne SH MH mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Jaksa Agung bahwa Kejaksaan juga turut mengamankan serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan, dan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 

"Pelaksanaan sidak ini dilakukan selain untuk menjamin keterjangkauan harga obat dalam masa pandemi Covid-19 sebagai upaya memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat juga untuk mengetahui ketersediaan obat Covid-19 yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan" jelasnya.

Berdasarkan SK Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19 terdapat 11 jenis obat yang menjadi rekomendasi penanganan Covid-19 yang mana obat-obatan ini tidak bisa dibeli tanpa resep dokter yaitu:

Favipiravir 200 mg (tablet), Remdesivir 100 mg (injeksi), Oseltamivir 75 mg (kapsul), Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml (infus), Ivermectin 12 mg (tablet), Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus), Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus), Azithromycin 500 mg (tablet), dan Azithromycin 500 mg (infus). 

Kajari Bangka Barat berharap dengan tercukupinya ketersediaan obat-obatan dan oksigen tersebut sebagai salah satu upaya dalam rangka mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terutama di Kabupaten Bangka Barat yang saat ini telah ditetapkan sebagai wilayah dengan PPKM level 4 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku Dan Papua tanggal 25 Juli 2021 yang berlaku mulai tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021.

Helena Octavianne mengimbau kepada pihak yang berkepentingan, pihak terkait seperti penjual obat dan apotek tidak melakukan penimbunan terhadap obat-obatan dan oksigen tersebut dan tidak mengambil kesempatan untuk mencari keuntungan yang tidak wajar terutama saat pandemi sekarang ini mengingat barang-barang tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi pasien covid-19.

Kajari Bangka Barat juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Barat agar senantiasa mempedomani dan mentaati Instruksi Mendagri tersebut yang merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam hal percepatan penanganan Covid-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan tetap menjaga kesehatan serta tetap mengutamakan protokol kesehatan di mana pun berada.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL