Kasus Cenderung Menaik, PPKM Level 4 Bangka Barat Terancam Diperpanjang

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:47 WIB
Lokal
Ketua Satgas Covid-19 Bangka Barat Sidarta Gautama.(rul/wb)
Ketua Satgas Covid-19 Bangka Barat Sidarta Gautama.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Ketua Satgas Covid-19 Bangka Barat Sidarta Gautama menyebutkan status PPKM Level 4 di kabupaten tersebut terancam diperpanjang. 

"Hampir satu minggu sudah ya, satu pekan karena evaluasi PPKM itu per pekan. Mungkin sudah dipantau kita melalui laporan-laporan yang sudah teraplikasi ke Kemenkes baik itu persediaan BOR, kemudian optimalisasi tracer dan tracking, kemudian surat-surat edaran," ungkap Sidarta, Sabtu (31/7/2021). 

"Itu semua jadi tolak ukur penilaian apakah kita disiplin dalam rangka untuk keluar dari zona Level 4 ini. Nah sampai dengan satu pekan ini untuk data terkonfirmasi positif kita itu masih ada kecendrungan kenaikan," kata Sidarta. 

Bahkan angka kematian fatality rate di Bangka Barat dari mulai status Level 4 berlaku sampai sekarang sudah sebanyak 6 kasus padahal dalam syaratnya tidak boleh lebih dari 5 kasus sesuai dengan jumlah penduduk Bangka Barat.

"Masih di atas rata-rata yang harus kita patok gitu, ya konsekuensi daerah yang belum bisa melepaskan diri dari zona level 4 otomatis ada perpanjangan per pekan," imbuhnya. 

Namun perlu diketahui juga, diperkirakan Sidarta bahwa kondisi peningkatan kasus bukan hanya terjadi di Bangka Barat tapi se-Provinsi Bangka Belitung sehingga jika malam Senin (1/8/2021) nanti keluar InMendagri lagi maka terancam se-Babel diperpanjang statusnya dan menjadi level 4 semua.

"Iya karena semua kabupaten/kota hampir satu pekan ini trennya naik semua. Jadi gini syarat untuk keluar dari Level 4 itu secara garis besar ada 2 yang pertama yang tanggung jawab ada di masyarakat dan kedua tanggung jawab di pemerintah," terangnya.

Dijelaskannya yang bertanggung jawab di pemerintah adalah optimalisasi tracking dan tracer serta peningkatan BOR, sedangkan tanggung jawab masyarakat adalah mematuhi prokes.

"Kalau tanggung jawab pemerintah jalan tapi masyarakat masih tidak disiplin sama saja, kenaikan kasus itu di situ nah muara akhirnya adalah apakah tertangani mereka yang terkonfirmasi positif dengan gejala berat ini itu BOR larinya kesitu sehingga ini satu pipa ibarat hulu, tengah dan hilir. Hulunya adalah penegakan prokes disiplin masyarakat, tengahnya tracking kita, hilirnya ini adalah BOR," terang Sidarta. 

Sidarta menuturkan dua hari ini masih ada kesempatan kecil untuk lepas dari level 4 yaitu tanggung jawab pemerintah untuk tracking dan tracking dan BOR atau ketersediaan tempat tidur untuk khusus isolasi darurat pasien Covid-19. 

Sejauh ini untuk syarat tracking 305 perhari bisa dipenuhi berdasarkan laporan puskesmas itu diatas rata-rata tinggal menunggu BOR di instalasi darurat yang saat ini kelengkapan tinggal menunggu tabung oksigen yang dijanjikan oleh gubernur sehingga minimal bisa menurunkan level PPKM.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL