Pemilik Cafe Curhat ke Gubernur, Kapolda dan Danrem, Omset Jeblok Selama PPKM

ADVERTORIAL    •    Minggu, 01 Agustus 2021 | 18:25 WIB
Lokal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wobabel.com --  Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarajat (PPKM) Level 3 di Pangkalpinang berdampak terhadap para pengusaha cafe. Jangankan pembatasan ketat, sejak pandemi Covid-19 melanda, omset usaha cafe menurun drastis. 

Pemilik Warung Milenial, Angga mengutarakan turunnya omset usaha dibidang kulinernya sejak pandemi Covid-19 terjadi di Babel, terlebih saat penerapan PPKM Level 3 di Pangkalpinang.  Namun tidak menurunkan semangatnya sebagai pelaku usaha,untuk terus beroperasi dengan penyesuaian aturan yang wajib diterapkan dalam kondisi saat ini. 

"Kami mohon petunjuk yang baik pak untuk penerapan PPKM level 3 yang lebih tepat," ungkap Angga yang malam itu tak menyangka cafenya dikunjungi Gubernur Bangka Belitung Erzaldi  Rosman bersama Kapolda Irjen Pol Anang Syarif Hidayat dan Brigjen TNI M Jangkung Widyatno, Danrem 045 Garuda Jaya.

Angga menambahkan pada masa PPKM Level 3 hanya malam minggu saja kondisi pengunjung cukup ramai. Pada hari-hari biasa usahanya menjadi sepi sehingga pendapatan dari usaha cafe turun hingga 60% . 

"Hingga lima puluh persen sepi kunjungan satu minggu ini, terlebih mulai pukul delapan malam hingga menjelang tutup di pukul sepuluh malam," ungkapnya. 

Tak saja Angga ada 20  pemusik Pangkalpinang  yang dia dirangkul   secara bergantian mengisi hiburan musik pada masa pandemi ini kehilangan pendapatan. 

"Jika saya stop, mereka juga mengeluh. Jadi kita sama-sama mencari rezeki. Serba salah pak," ungkapnya. 

Walau  omset turun, Angga tetap berkontribusi kepada masyarakat khususnya yang terdampak Covid-19 dengan membuat program rumah makan gratis. Rumah makan gratis ini setiap hari menyiapkan

Disiapkan 15 kilogram  beras  atau setara 200 porsi satu kali makan untuk siapa saja yang membutuhkan makanan. 

"Bisa take a way, bisa dimakan di tempat yang sedang kami rehap dengan menyediakan delapan meja saja," jelasnya. 

Dana untuk merealisasikan program ini dialokasikan dari hasil operasional malam.

"Kami sisikan untuk program makan gratis di siang hari," ungkapnya lagi. 

Selain itu, disiapkan juga bantuan sosial sebanyak 200 paket sembako. 

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dapat memahami keluhan para pengusaha seperti Angga. Namun kondisi saat ini memaksa semua orang untuk membatasi kegiatan yang bersifat kerumunan mengatasi penularan Covid-19. 

Untuk itu Erzaldi meminta kepada para pelaku usaha untuk mematuhi kebijakan pemerintah selama masa PPKM. Sebab kegiatan usaha cafe, resto dan warung kopi tidak ditutup hanya dibatasi pengunjung dan jam buka.

"Jika tetap dengan kondisi ini, para pengunjung tetap tidak bisa membatasi diri, maka terap diatur dan dibuat jarak, " jelas Gubernur Erzaldi mengingatkan protokol kesehatan yang harus lebih ketat diterapkan. 

Erzaldi mengapresiasi karena pada masa ini, pengelola masih menyediakan wadah bagi pelaku seni musik di Babel. 

"Atur sebaiknya, para pemain musik wajib bermasker, walau dikecualikan bagi penyanyi jika tidak memungkinkan menggunakan masker," ungkapnya. 

Mendukung program sosial yang dilakukan pengelola Warung Melinial, Gubernur Erzaldi berpesan, jangan sampai mengundang banyak orang, harus benar-benar dibatasi. 

"Jika sudah full, take a way saja," ungkapnya. 

Kapolda  Babel pada kesempatan ini, menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan dapur umum bagi mereka yang sedang Isolasi Mandiri (Isoman), yang dipusatkan di asrama haji dan BLK Babel. Disarankan, program makanan gratis ini disumbangkan juga untuk para Isoman di sini. 

"Seratus bisa disampaikan ke pusat Isoman, seratus lagi tetap dilaksanakan disini," ungkapnya menyarankan.(adv/wb) 



MEDSOS WOWBABEL