Penyaluran KUR di Babel Naik Rp 270,21 M, Sektor Pertanian Tertinggi

Tim_Wow    •    Senin, 02 Agustus 2021 | 14:22 WIB
Ekonomi
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma.(ist)
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma.(ist)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Penyaluran dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bangka Belitung periode Januari-Juli 2021 naik. Dan tersalurkan sebesar Rp 628,89 miliar  dengan jumlah penerima 13.683 debitur. 

“Jumlah penyalruan dan penerima KUR naik sebesar Rp 270,21 miliar atau 79.68% jika dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 339,14 miliar. Demikian pula dengan jumlah debiturnya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sejumlah 8.419 debitur,” ungkap Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma dalam keterangan pers, Senin (2/8/2021).

Fahma Sari memimpin langsung Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penyaluran KUR Semester I Tahun 2021 secara virtual diikuti oleh dinas, biro/bagian/bidang dan OPD terkait Pembinaan UMKM Provinsi dan Kabupaten/Kota lingkup Provinsi Bangka Belitung, serta bank-bank penyalur KUR lingkup Provinsi Bangka Belitung pada Jumat (29/7/2021) kemarin 

“Penyaluran KUR dengan skema mikro (pinjaman sampai dengan Rp 50 juta) mendominasi yaitu Rp 332,06 miliar dengan debitur 9.632 UMKM. Adapun berdasarkan sektor usaha, maka penyaluran pada sektor usaha pertanian, perburuan dan kehutanan merupakan sektor dengan penyaluran tertinggi, yaitu sebesar Rp 267 miliar, disusul sektor usaha perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 229,41 miliar,” jelas Fahma.

Program KUR adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan. Program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan Penyalur KUR.  Dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investasi yang disalurkan kepada pelaku UMKM inpidu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible namun belum bankable. (*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE