Bank Indonesia Perkirakan Laju Ekonomi Babel Triwulan Tiga Tertahan

Tim_Wow    •    Jumat, 06 Agustus 2021 | 11:00 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung di triwulan III lebih rendah dari pertumbuhan triwulan II. 

Tertahannya konsumsi dan mobilitas masyarakat akibat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraat (PPKM) level 3 dan 4 untuk menggangulangi penyebaran COVID-19  sebagai penyebabnya.

Hanya saja, perekonomian Babel triwulan III akan tertolong dengan tren kenaikan harga logam timah dan sejumlah komuditas ekspor dari Bangka Belitung lainnya.

“Memang harapan kita terjadi lonjakan pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua ini yang mencapai 6,85% (yoy)  setelah triwulan pertama juga  terjadi pertumbuhan. Pada dua triwulan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kita nomor dua tertinggi se Pulau Sumatera. Dari laporan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bangka Belitung pada triwulan ketiga akan sedikit rendah. Inilah yang menjadi tantangan kita agar tidak terlalu jatuh pertumbuhannya,” kata Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Jumat (6/8/2021).

Memasuki triwulan III, kata Erzaldi ekonomi Babel akan terganggu karena terjadinya pembatasan kegiatan masyarakat akibat PPM Level 3 dan 4. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi bersama seluruh pimpinan daerah TNI/Polri, kejaksaan dan komponen masyarakat lainnya telah berupaya keras mengamabil kebijakan untuk mengatasi penularan COVID-19.

“Memang ada dampak dari kebijakan memperketat protokol kesehatan sesuai dengan aranah Kemendagari masa PPKM, namun kebijakan yang kita ambil  ada ruang untuk kegiatan ekonomi masyarakat agar  tetap berjalan sehingga perekonomian masyarakat di Babel ini tidak terlalu jatuh,” ujarnya.

Dalam laporan dari BI Perwakilan bangka Bleitung, kata Erzaldi kinerja perekonomian triwulan III diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan II 2021. Namun, tren peningkatan harga logam timah akan seedikit menahan penurunana perkonomian. Sebab hingga Juli 2021 harga timah dunia mencapai 33.049 USD per metrik ton  berpotensi menahan penurunan kinerja ekonomi yang lebih rendah.

Dalam laporan itu pula Bank Indonesia senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam rangka pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung antara lain melalui penguatan akses pembiayaan bagi UMKM melalui KUR, menjaga inflasi tetap stabil, mendorong digitalisasi UMKM melalui penggunaan QRIS, serta optimalisasi realisasi APBD. (*)



MEDSOS WOWBABEL