Kapal Bantuan Kemenhub RI Jadi Tempat Isoter Digeser ke Belitung

Tim_Wow    •    Rabu, 18 Agustus 2021 | 18:26 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi  Rosman.(ist)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGALPINANG,www.wowbabel.com – Sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sebagai antisipasi meluasnya penyebaran Virus Corona Varian Delta yang terindikasi masuk Pulau Belitung. Salah satunya menjadikan kapal bantuan Kementerian Perhubungan RI yang berada di Pulau Lepar dan Sadai sebagai tempat isolasi terpadu (isoter) untuk digeser ke Pulau Belitung. 

Gubernur Bangka Bleitung, Erzaldi Rosman memaparkan kebijakan mengerahkan kapal bantuan Kemenhub RI ke Belitung sebagai tempat isoter bagi pasien Covid-19 jika tempat isoter di Belitung tidak mampu menampung pasien.

“Setelah bantuan tracking dan testing diperbanyak, pasien dibawa ke tempat isoter untuk menjalani perawatan. Jika kapasitas isoter masih kurang, pihak provinsi akan mengerahkan kapal penumpang yang dibantu oleh Kementerian Perhubungan RI yang sandar di Sadai ke Belitung,” kata Erzaldi saat melakukan video konfrens dengan Bupati Belitung Sahani Saleh, Rabu (18/8/2019).

Kebijakan ini diambil setelah Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat menggelar rapat dengan Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto, Kajati Babel Daroe Tri Sadono dan Waka Polda Babel, Brigjen Pol Umardhani, Rabu (18/8/2021).

 “Kita akan bantu alat tracking dan testing dan kalau Pak Bupati dan Forkopimda di sana setuju, agar menyiapkan tenaga kesehatan untuk perawatan pasien di kapal bantuan Kemenhub untuk digeser ke Belitung. Demikian pula agar Pak Bupati membantu pembelian alat tracking dan testing,” ujar Erzaldi.

Bagi pasien yang menjalani isoter berstatus kepala keluarga, Erzaldi mengatakan pihak provinsi akan membantu pasokan kebutuhan pokok untuk keluarga pasien selama menjalani isoter.

“Yang menjalani isoter kalau kepala keluarga kami drop bahan pokok. Dua hal ini kalau pak bupati setuju agar dirapat dulu dengan Forkopimda dan kita di sini bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, Pak Kajati dan Wakapolda akan support,” tukas Erzaldi. 

Sementara itu Sanem dalam kesempatan itu juga mengatakan jika pihaknya siap melaksanakan koordinasi untuk menjalankan kebijakan antisipasi masuknya Varian Delta. 

Sahani Saleh mengakui jika pada bulan Juli lalu ada indikasi Varian Delta. Namun pihaknya menunggu hasil pemeriksaan sampel dari laboratotitium. 

“Kita memang indikasikan Varian Delta dari lima sampel yang dikirim ada satu tapi menunggu hasil labortorium,” kata Sahani. 

Sedangkan permintaan gubernur tentang bantuan anggaran untuk tasting dan tracking Sahani mengakui pihaknya sudah membeli peralatan kebutuhan tersebut. Bahkan kegiatan testing hingga ke pulau di Kecamatan Selat Nasik. 

Sebelumnya  Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa, mengakui tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyebaran varian mutasi Virus Delta, meskipun belum ada data pasti dari pemeriksaan laboratorium di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun pihaknya sudah melakukan segala antisipasi agar tidak sampai meluas. (*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE