Legislator Ini Soroti Wajib Tes Swab untuk Peserta Tes CASN

Hendri Dede PKP    •    Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:51 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady, menyampaikan pihaknya telah menerima laporan perihal pelaksanaan SKD yang mewajibkan Tes PCR bagi peserta CASN 2021 pada 2 September mendatang.

Rio menjelaskan, surat tersebut disebutkan bahwa para pelamar wajib membawa surat bebas Corona baik dari uji Swab Antigen maupun TesPCR. 

Di sisi lainnya, keterbatasan kemampuan ekonomi peserta tes akan biaya tambahan itu. Pasalnya, Tes PCR tersebut akan ditanggung oleh masing-masing peserta pada ujian SKD.

"Kami melihat ada potensi masalah yang akan muncul dari kebijakan tersebut, pertama akan muncul biaya tambahan bagi calon pelamar CASN di mana kita ketahui tidak semuanya orang yang mampu," ujarnya, Kamis (26/8/2021).

"Tidak ada biaya pengganti dari pemerintah baik pelamar tersebut diterima ataupun tidak. Bentuk ini merugikan para pelamar jika mereka sudah mengeluarkan uang namun ternyata tidak lolos seleksi," tukas dia.

Selain menyoroti ongkos yang dikeluarkan peserta pada swab tes, Rio pun khawatir muncul potensi kerumunan ketika para pelamar diwajibkan melakukan swab pada waktu satu kali 24 jam dan kurun waktu 2x24 jam.

"Yang artinya lokasi yang menyelenggarakan Swab Antigen dan PCR akan dipenuhi oleh calon pelamar yang ingin melakukan swab tersebut," ungkapnya.

Menurut legislator dari Fraksi PKS ini, tentu perihal tersebut akan membuat konsentrasi para pelamar CASN menjadi terganggu. Ia mencontohkan salah satunya jika hasil pelamar dinyatakan positif saat menjelang pelaksanaan SKD.

"Apakah mereka akan bisa mengikuti tes jika hasilnya tiba-tiba positif. Tentu ini akan menjadi permasalahan selain menanggung beban mental juga akan membuat mereka kehilangan konsentrasi ketika hendak mengikuti ujian," kata dia.

"Belum lagi kekhawatiran akan munculnya surat hasil tes langsung yang bisa jadi akan menjadi ramai dikarenakan orang sangat butuh sekali hasil negatif," ujar Rio.

Meski demikian aturan tersebut berlaku secara nasional, Rio tidak menampik protokol kesehatan memang wajib dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus Corona. Namun, katanya, untuk kasus di SKD CASN tentu tentu pemerintah harus bijak.

"Karena tidak sama kondisi di Jawa dengan di daerah, maka wajar jika banyak memunculkan gejolak di masyarakat, pemerintah seharusnya merespon hal tersebut saya kira tidak bisa dipukul rata seluruh daerah diperlakukan sama seperti ini," tegas dia.

"Kita tentu mendukung upaya pemerintah dalam menekan kasus Pandemi Corona, tetapi juga mempertimbangkan hal hal yang tidak semua masyarakat sanggup menjalaninya," ujarnya.

Rio berujar, pihaknya pun berharap pemerintah pusat yakni Badan Kepegawaian Nasional dapat mengkaji kembali kebijakan tersebut.

"Tentu kita tidak ingin pelaksanaan SKD CASN ini dilaksanakan dengan suasana yang tidak kondusif. Acara pernikahan saja yang jumlahnya ratusan orang bisa dilaksanakan tanpa harus swab PCR atau Antigen, lalu mengapa tidak kita pertimbangkan untuk ujian CASN sekali ini," pungkasnya.(hen/wb) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE