Kemenag Siapkan Rp 6,9 Miliar untuk Bantu Masjid dan Musala

Tim_Wow    •    Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:53 WIB
Nasional
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh Agus Salim.(net)
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh Agus Salim.(net)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama  meyediakan dana bantuan operasional untuk masjid dan musala di daerah terdampak Covid-19 di Tahun Anggaran 2021.

Total bantuan yang telah disiapkan sebesar Rp 6,9 miliar, terdiri dari Rp 6,2 miliar untuk masjid dan Rp 700 juta  untuk musala.

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh Agus Salim, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid/musala untuk memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19.

“Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan Covid-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” jelas Agus di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).

Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada apara takmir dan pengurus masjid/musala dalam penanganan pandemi Covid-19. Agus berharap, bantuan opreasional yang disalurkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada pembatasan dan peniadaan sementara kegiatan peribadahan dan kewajiban penerapan prokes yang berpengaruh terhadap beban operasional bagi takmir dan pengurus masjid/musala.

Adapun besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp 20 juta untuk tiap masjid, dan Rp 10 juta untuk tiap musala.

Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid/musala.

“Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid/musholla, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar Covid-19,” jelas Abdul Syukur.

Adapun dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan.

Dia menambahkan permohonan bantuan paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021.

“Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” tukasnya.(bbs/kemenag.go.id



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE