Jaksa Segel Dua Rumah Milik Terpidana Kasus Korupsi Bank BPRS

Chairul Aprizal    •    Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:04 WIB
Lokal
Caption: Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menyegel dua unit rumah beserta tanah di Muntok, Kabupaten Bangka Barat dari terdakwa kasus korupsi Kurnia Tiyah Hanom, Selasa (31/08/2021). (rul/wb)
Caption: Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menyegel dua unit rumah beserta tanah di Muntok, Kabupaten Bangka Barat dari terdakwa kasus korupsi Kurnia Tiyah Hanom, Selasa (31/08/2021). (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com --Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menyegel dua unit rumah beserta tanah di Muntok, Kabupaten Bangka Barat dari terdakwa kasus korupsi Kurnia Tiyah Hanom, Selasa (31/08/2021). 

Tim yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Agung Dhedi Dwi Handes didampingi oleh Pjs.Pimpinan Cabang Bank BPRS Babel Kabupaten Bangka Barat langsung melakukan pengamanan penyitaan dua unit rumah.

"Kami dari tim penyidik pidsus Kejaksaan Negeri Bangka Barat bersama-sama dengan tim dari PT BPRS Syariah sudah melakukan penyitaan terhadap dua rumah yang merupakan aset jaminan yang digunakan untuk pembiayaan fiktif," jelas Agung Dhedi Dwi Handes.

Kedua aset rumah yang disita beralamat di Kampung Keranggan Atas, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok dan di Jalan Kota Seribu RT.03 RW.08 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok.

"Kami dari tim penyidik dan dibantu dari bidang intelijen akan terus melakukan aset tracing atau penelusuran aset supaya aset-aset yang selama ini belum kita temukan bisa kita lacak. Sehingga kita bisa lakukan penyitaan untuk kita jadikan barang bukti dalam pengembangan perkara BPRS Syariah untuk ketiga tersangka yang sedang kita tangani saat ini," ujarnya.

Agung mengatakan sebelumnya pernah menyita sejumlah aset atas nama terpidana Kurnia Tiyah Hanom dan Metaliyana berupa 1 unit mobil Fortuner (sudah dilelang) dan 1 unit motor Scoopy (sudah dilelang), 1 unit rumah di graha Puri Pangkalpinang (proses lelang), dan tanah di daerah menjelang (proses lelang).

"Yang sudah laku dilelang sudah kita serahkan ke PT BPRS sebagai uang pengganti kerugian keuangan negara," ucapnya.

Ia menuturkan aset yang disita ini sebelumnya adalah milik nasabah namun dalam prosesnya tiba-tiba menjadi milik dari terpidana Kurnia Tiyah Hanom.

"Dan ternyata aset-aset ini untuk melengkapi sebagai jaminan atau taksasi dari pembiayaan fiktif. Ada kemungkinan kedepan kita akan melakukan penyitaan-penyitaan lagi," tuturnya.

Sekarang tim penyidik masih melakukan penelusuran aset dan objeknya sudah didapatkan tinggal mencari titik lokasi aset tersebut.

Kasi Pidsus berharap dari sejumlah aset yang disita dan dilelang paling tidak dapat mengurangi nilai kerugian negara dari kasus korupsi tersebut. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL