Mahasiswa Lepas Kendali, Pejabat Kami Hilang Nurani

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:02 WIB
Opini
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)


Oleh: Widi Prasetyo Eros  (Mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Trisakti, Angkatan Muda Sriwijaya dan anggota HIPMI DKI Jaya)


Baru saja viral video oknum aktivis mahasiswa yang sedang melakukan audiensi di Kantor Wakil Gubernur Bangka Belitung. Dalam video itu terlihat adanya aksi yang kurang pantas dan sopan ketika seorang mahasiswa menaikan kakinya di atas kursi beserta dengan mahasiswa lain yang menunjuk muka sang wakil gubernur.

Menanggapi kejadian ini saya sangat prihatin dan menyesal. Dalam hakikatnya seorang mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengontrol kehidupan sosial) tetapi kasus ini tidak mencerminkan sama sekali bahwa mahasiswa bagian dari itu semua, menindaklanjuti dan supaya tidak berulangnya kejadian seperti ini, seharusnya organisasi kemahasiswaan atau organisasi lainnya harus juga bisa menerima kritik yang konstruktif dari masyarakat terkait persoalan ini.

Berangkat dari permasalahan ini, kami juga tidak ingin kedepannya gerakan-gerakan mahasiswa yang sifatnya kritis terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah terdegradasi oleh kejadian seperti ini, saya pikir niatan adik-adik mahasiswa ini baik, mereka ingin mencoba mengkritisi kebijakan eksekutif dan legislative terkait issue kenaikan gaji anggota DPRD Babel yang tidak elok dilakukan di saat masyarakat sedang sulit dan menghadapi situasi kritis seperti ini. 

Untuk itu saya menganjurkan mahasiswa harus tetap memiliki daya juang yang kritis, konsisten tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan adab dalam menyampaikan gagasan dan pandangan kepada yang lebih tua. Keras boleh tetapi harus elegan disertai kajian kajian yang basisnya intelektual.

Untuk itu kami menyarankan agar kedepannya, di tingkat dasar atau pada masa orientasi calon pengurus di tingkat jurusan, fakultas atau universitas harus dibekali dengan transfer knowledge yang baik.

Latihan dasar kepemimpinan yang benar-benar diisi dengan materi yang dapat menunjang kegiatan keorganisasian, keterlibatan dan kolaborasi organisasi extra kampus atau organisasi lintas profesi juga dapat membantu adik-adik mahasiswa dalam menjalani kegiatan keorganisasian mereka kedepannya. 

Saya yakin dan percaya peran mahasiswa, pemuda dan semua stakeholder yang terkait sangatlah penting dalam membangun ekosistem ekonomi, sosial dan politik yang baik dan kondusif di Negeri Serumpun Sebalai kita yang tercinta ini, mahasiswa memang tempatnya salah,tetapi bukan juga membenarkan kalau pejabat tak pernah salah.

Sudah saatnya kita memberikan solusi yang konstruktif dan kongkrit untuk kampung kita tercinta ini, apalagi momentum Covid-19 ini menuntut kita untuk tetap kompak dan solid serta disiplin dalam menghadapi pandemic ini. Atas nama Tuhan, bangsa dan rakyat Indonesia. Hidup Mahasiswa Hidup Mahasiswa Hidup Rakyat Indonesia !!(*)




MEDSOS WOWBABEL