Rapat Paripurna DPRD Bateng Molor Lagi, Ini Kata Algafry Rahman

Herdian wow    •    Sabtu, 04 September 2021 | 14:22 WIB
Lokal
Rapat Paripuran di Gedung DPRD Bangka Tengah.(her/wb)
Rapat Paripuran di Gedung DPRD Bangka Tengah.(her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Entah apa yang membuat setiap Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Tengah selalu molor.

Padahal jadwal rapat paripurna sudah jelas dan tertera waktu dan tanggalnya namun semuanya terkesan biasa-biasa saja.

Seperti hari ini rapat paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan RKUA-PPAS tahun anggaran 2022 yang dijadwalkan pada pukul 09.30 WIB namun baru terlaksana pada pukul 10.53 WIB, Jumat (3/9/2021)

Trend keterlambatan rapat paripurna DPRD Bangka Tengah kerap terjadi padahal para undangan sudah banyak yang hadir sebelum waktu pelaksanaannya.

"Semestinya pimpinan dewan membuka rapat tersebut sesuai jadwal dan menskorsnya sampai jumlah anggota mencapai qorum," ungkap Ketua BK DPRD Bangka Tengah, Saharan.

Ia juga sangat menyayangkan kebiasaan keterlambatan karena kurang disiplinnya para anggota dewan membuat citra lembaga DPRD menjadi tidak baik.

Pantauan Wowbabel di ruang sidang paripurna DPRD Bateng tampak baru sekitar 13 orang anggota yang hadir dari total 25 anggota DPRD Bateng.

"Pimpinan mohon kiranya rapat paripurna ini dimulai dan dibuka terlebih dahulu jangan sampai menunggu terlalu lama," intruksi dari salah satu anggota dari Partai Demokrat, yakni Budi Darma.

Namun intruksi tersebut tidak begitu ditanggapi oleh pimpinan bahkan Ketua DPRD Bateng meminta Wakil Ketua II Supriyadi untuk meminta anggota dewan yang masih berada di ruangan komisi atau di fraksi untuk segera memasuki ruang rapat paripurna.

"Padahal tadi jumlah kita sudah qorum dan seharusnya rapat paripurna sudah bisa dilakukan jika memang masih kurang kan bisa dibuka terlebih dahulu," terang Budi Darma 

Menanggapi seringkali rapat paripurna DPRD Bateng molor Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman yang juga mantan Ketua DPRD Bateng mengatakan pihaknya sangat memaklumi keterlambatan ini karena wakil rakyat ini memiliki konstituen yang harus dilayani.

"Alhamdulillah proses ini Insya Allah akan berubah setahap-setahap karena anggota dewan ini kan ada konstituen yang datang ke rumah jadi harus diterima dan dilayani," ungkap Algafry.

Ia menambahkan anggota dewan tidak memiliki jam kerja yang pasti karena mereka memliki konstituen yang harus dilayani dengan baik.(her/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE