Berikut Kuota Gas Elpiji 3 Kg di Bangka Belitung

Dwi H Putra    •    Kamis, 09 September 2021 | 15:33 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) selama dua pekan terakhir, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) angkat bicara. 

Pasalnya, berdasarkan kuota penyaluran gas elpiji selama tahun 2021 ini dari PT Pertamina sebanyak 40.009 ribu matrik ton ke tujuh kabupaten/ kota se-Babel. 

"Tingkatan penyaluran gas ini kan dari PT Pertamina ke cabang-cabang di daerah, dari cabang disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE), kemudian SPBE," kata Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel, Fajri di Pangkalpinang, Kamis (9/9/2021). 

"Kami dari Disperindag hanya pengawasan penyalurannya sampai tingkat pangkalan saja, tidak ke toko-toko, jadi jika ada gas di toko artinya itu dari pangkalan," ujarnya. 

Lanjutnya, diketahui SPBE yang ada di Pulau Bangka guna menyalurkan gas elpiji ada tiga yakni di Desa Pagarawan Kabupaten Bangka, Desa Mesu Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dan Desa Kelapa Kabupaten Bangka Barat (Babar) dengan kuota yang sudah ditentukan pihak PT Pertamina. 

Diketahui untuk saat ini kuota penyaluran elpiji dari 40.009 ribu matrik ton di tahun 2021 ini, setiap kabupaten/ kota menerima kuota diantaranya Babar sebanyak 5.439 ribu matrik ton, Bangka sebanyak 8.812 ribu matrik ton, Bangka Selatan (Basel) sebanyak 5.788 ribu matrik ton, Bateng sebanyak 5.793 ribu matrik ton, Belitung sebanyak 3.976 ribu matrik ton, Belitung Timur (Beltim) sebanyak 3.106 ribu matrik ton dan Pangkalpinang sebanyak 7.096 ribu matrik ton. 

"Kuota-kuota itu dihitung sudah memenuhi kebutuhan masyarakat di setiap daerah, dengan peruntukan masyarakat miskin, pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan terbaru ini diperuntukkan bagi nelayan," jelas Fajri. 

"Dan sejauh ini setiap desa ada di pangkalan penyalur gas elpiji, dimana pangkalan sudah memiliki data warga berupa kartu tanda penduduk (KTP) setiap daerahnya yang berhak membeli gas elpiji," paparnya. 

Diakuinya sejauh ini, pihaknya kesulitan data penyaluran sesuai kuota yang ada dari PT Pertamina, sehingga tidak bisa mengetahui jumlah penyaluran apakah sudah sesuai kuota setiap daerah. 

"Selama ini kami sudah minta data penyaluran, tapi tidak pernah ada realisasinya dari Pertamina, padahal ini penting bagi kami untuk mengawasinya," tukas Fajri lagi. 

"Jika penyaluran dilakukan sesuai dengan aturan dan daftar penerima, maka tidak akan terjadi kelangkaan elpiji ini," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL