Duyung yang Sempat Viral Akhirnya Ditemukan Tim Alobi di Dusun Tanah Merah

Firman    •    Sabtu, 11 September 2021 | 10:51 WIB
Lokal
Dugong atau Duyung yang sempat terdampar di Pantai Pasir Padi berhasil ditemukan Tim Alobi di Dusun Tanah Merah dan dievakuasi ke Sekretariat Alobi Foundation di Pangkalpinang.(ist)
Dugong atau Duyung yang sempat terdampar di Pantai Pasir Padi berhasil ditemukan Tim Alobi di Dusun Tanah Merah dan dievakuasi ke Sekretariat Alobi Foundation di Pangkalpinang.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dugong atau duyung yang sempat viral ditemukan warga di bibir Pantai Pasir, pada Jumat (10/9/2021) pagi, akhirnya berhasil ditemukan Tim Alobi Foundation. 

Keberadaan duyung yang viral tersebut, ditemukan Tim Alobi Foundation bersama BKSDA Sumatra Selatan di Desa Baskara Bhakti, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (10/9/2021) malam.

Hewan mamalia yang dilindungi itu,  ditemukan sudah dalam keadaan mati, lalu Tim Alobi Foundation bersama BKSDA Sumatra Selatan langsung mengevakuasinya ke Sekretariat Alobi Foundation di Pangkalpinang.

Manager PPS Alobi Foundation, Endi R Yusuf mengungkapkan, Dugong atau duyung tersebut, telah berhasil ditemukan.

"Alhamdulillah Duyung yang sempat viral tadi siang, berhasil kami temukan di Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bhakti, Kabupaten Bangka Tengah," Jumat (10/9/2021) malam," katanya.

Dijelaskan Endi R. Yusuf namun, sayang Dugong atau Duyung itu ditemukan sudah dalam keadaan mati.

Ia menyebutkan rencananya satwa ini akan dibawa ke PPS Alobi di Air Jangkang, Kabupaten Bangka, untuk dikuburkan di sana, pada Sabtu (11/9/2021) pagi.

Selain itu disampaikannya Duyung itu, dibawa ke Sekretariat Alobi tadi malam, kemudian akan dilakukan pemeriksaan luar oleh tim dokter hewan Alobi dan Karantina Pertanian Pangkalpinang, guna mengetahui penyebab kematian, jenis kelamin dan sebagiannya.

"Setelah diperiksa, duyung itu diketahui berjenis kelamin jantan, panjang tubuh 2,7 meter dengan diameter badan 1, 5 meter dan berbobot sekitar 260 kilogram," ujarnya.

"Dugong hewan yang lembut jadi gampang panik dan stres dalam kondisi tak biasa. Seperti tertangkap lalu diangkat, sehingga cepat lemah dan mati," kata Dokter Hewan Karantina Pertanian Pangkalpinang, drhYayan Muchlis Marchito.

Disampaikannya, hewan ini termasuk satwa rentan punah, sehingga sangat dilindungi.

"Jadi untuk itu kami sampaikan, bagi yang menemukannya baik dalam keadaan terdampar maupun terkena jaring, agar segera melepasnya kembali," ungkapnya.(fn/fwd) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE