Fasilitas di TPA Parit 6 Minim, Hanya Bisa Tampung Sampah Hingga 4 Tahun Kedepan

Hendri Dede PKP    •    Senin, 13 September 2021 | 17:33 WIB
Lokal
Caption: Tumpukan sampah di TPA Parit 6. (dok/wb)
Caption: Tumpukan sampah di TPA Parit 6. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Persoalan penanganan sampah di Kota Pangkalpinang tampaknya kian berlarut. Volume sampah pada TPA Parit 6 pun kian mengkhawatirkan, mengingat kapasitas atau daya tampung lahan yang semakin terbatas.

Daya tampung lahan TPA 6 itupun diperkirakan hanya akan bertahan selama 4 tahun ke depan. Adapun solusi yang digunakan pemerintah setempat untuk mengantisipasi daya tampung TPA hanya dengan penambahan kapasitas lahan.

Disisi lainnya, sejauh ini penanganan sampah plastik sekali pakai di TPA Parit 6 hanya diolah secara manual alias hanya dengan sistem ditimbun yang dikelola oleh DLH Pangkalpinang.

Minimnya fasilitas pengelolaan sampah di TPA Parit 6 itu, diduga juga menjadi salah satu faktor penyebab semakin menumpuk atau menggunungnya sampah-sampah tersebut.

Adapun untuk jembatan timbangan sampah, TPA Parit 6 selama ini tidak memiliki fasilitas tersebut, apalagi untuk sistem pengelolaan sampah plastik sekali pakai.

Akibatnya, penghitungan volume sampah hanya menggunakan rata-rata kapasitas kendaraan. Tercatat, ada sekitar 124 ton sampah setiap harinya masuk ke kawasan TPA 6.

"Kalau di TPA masih manual atau open dumping, jadi datang langsung buang, ditumpuk, lalu ditimbun. Iya, bisa dikatakan masih manual," ujar Riski, Kasi Pengelolaan Sampah didampingi Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Senin (13/9/2021).

"Jadi kendala pertama itu memang jembatan timbangan belum ada. Jadi kita tahu estimasi total sampah yang masuk itu dari kubikasi dikalikan kapasitasnya jumlah mobil yang masuk," katanya.

Riski bilang, daya tampung TPA Parit 6 diperkirakan bisa menampung volume sampah tersebut sekitar 4 tahun ke depan. Luas lahan TPA Parit 6 sendiri yaitu sekitar 4 hektare. Katanya, saat ini tersisa kurang lebih 2 hektare lahan yang bisa dioperasikan.

"Kalau parkirannya sekitar 4 tahun itu sudah over load. Dapat dikatakan penuh atau over load itu ketinggian 9 meter. Yang masih dapat dioperasikan lahannya sekitar 2 hektare, itupun ketinggiannya sudah berapa meter. Sehingga kita berharap adanya tindaklanjut TPA Regional," ungkapnya.

Perlu 29 truk sampah dan ambrol, 84 unit mobil pickup sampah kelurahan atau mobil pink untuk mengangkut berbagai jenis sampah ke TPA Parit Enam. Adapun sampah-sampah itu didominasi oleh jenis sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga.

"Di sisi armada memang perlu peremajaan seperti mobil truk, mobil tersebut juga ada yang tahun 90-an. Kalau B3 langsung di rumah sakit, untuk mendominasi sampah kantong plastik atau sampah rumah tangga sekitar 60 persennya," pungkasnya. (hdd/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE