Harga Timah Sudah Dekati 34.000 Dolar AS Per Ton

Tim_Wow    •    Senin, 13 September 2021 | 07:53 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Laju kenaikan harga timah  tidak berhenti saat penutupan pasar akhir pekan kemarin. Timah tiga bulan di pasar London dan Shanghai terus melonjak. Kenaikan harga timah terbaik kedua setelah nikel.

Di pasar London Metal Exchange (LME) harga timah ditutup naik US$ 33.900 per metrik ton, naik dari harga pembukaan pagi harinya di level US$33.600 per ton. Lonjakan harga timah terjadi di Shanghai Futures Exchange (SHFE) hingga 2,82%.

Logam dasar di Shanghai semua berakhir di wilayah positif karena indeks dolar AS terus turun dan fundamental juga menawarkan beberapa dukungan.

Harga tembaga Shanghai naik 1,89%, aluminium melonjak 1,93%, timbal bertambah 0,44%, seng naik 0,55%, timah melonjak 2,82%, dan nikel naik 2,70%.

"Logam timah di SHFE yang paling banyak diperdagangkan ditutup naik 2,82% pada 254.770 yuan per metrik ton, dengan open interest naik 1690 lot. Secara fundamental, pasokan pasar diperkirakan akan meningkat karena aktivitas produksi smelter yang stabil dan  impor yang kuat. Kunci kenaikan harga terletak pada sisi permintaan dan stabilitas tambang di tengah gejolak politik di Myanmar,” kata analis Shangai Metal Market dalam laporan petangnya, Sabtu (11/9/2021).

Sedangkan analis dari Fast Markets dalam laporannya sepanjang sepekan lalu untuk harga aluminium terus melonjak karena kekhawatiran pasar akan pasokan.

Sementara harga nikel telah naik ke level tertinggi sejak 2014, ketika harga mencapai puncaknya pada US$21.625 per ton. 

“Tetapi sebagian besar logam terlihat lebih optimis, seperti pasar yang lebih luas dan dikombinasikan dengan dolar AS yang lebih lemah. Ini berarti logam dasar tampaknya akan mengakhiri minggu dengan harga yang naik dari pekan sebelumnya,” ujar Fast Markets. 

“Tampaknya sentimen pasar tetap ramah terhadap logam secara keseluruhan dan itu mungkin terkait dengan fakta bahwa bank sentral menghindari kekecewaan yang lebih luas terhadap pasar,” tambahnya.

Harga timah di pasar London dan Shanghai pada pembuakan pasar Kamis (9/9) pagi langsung naik 1,2%. Sehari sebelumnya timah untuk kontrak tiga bulan berada di harga US$ 31.850 per metrik ton. 

Sehari sebelumnya Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk sebagai perusahan penambangan timah Indonesia memperkirakan harga timah global akan tetap di atas US$30.000 per ton hingga akhir tahun ini. Alasan PT Timah Tbk kondisi persediaan logam yang rendah.

"Saat ini harga timah terjadi volatilitas terhadap harga karena adanya supply dan demand. LME mengalami penurunan, artinya ada permintaan dari end user atau konsumen. PT Timah meyakini, harga akan di level US$ 30 ribu ke atas," ungkap Wibisono.

Sebagai produsen timah terbesar kedua dunia, laporan PT Tmah Tbk dalam Public Expose Live 2021 itu mempengaruhi pasar timah global. Reuters mengutip pernyataan Wibisono ini dalam laporan harga pasar logam sehingga pada pagi harinya di LME timah naik 1,2% menjadi US$32.605 per ton, sementara tembaga SHFE turun 0,4% menjadi 68.690 yuan per ton dan timah naik 2,4% menjadi 250.820 yuan per ton. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE