Basarnas Pangkalpinang Terima 30 Laporan Sejak Januari 2021, Kebanyakan Orang Hilang di Laut

Dwi H Putra    •    Rabu, 15 September 2021 | 09:21 WIB
Lokal
Caption: Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Fazzli. (dwi/wb)
Caption: Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Fazzli. (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendata sejak Januari hingga pertengahan September 2021 menangani sebanyak 30 kasus bencana laporan masyarakat. 

"Dari data yang ada sudah 30 kasus sejak Januari hingga terakhir kemarin (13/9/2021)," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Fazzli kepada wowbabel.com, Rabu (15/9/2021). 

"Kebanyakan kasusnya warga atau korban yang hilang saat memancing atau melaut mencari ikan," ujarnya. 

Fazzli melanjutkan pihaknya mengharapkan warga yang hobi memancing atau pun nelayan lebih waspada, tidak itu saja selalu menggunakan life jacket atau pelampung penyelamatan. 

"Terkhusus lagi bagi nelayan, kalau bisa selalu gunakan pelampung penyelamat, apalagi berada di atas kapal saat melaut," imbau Fazzli. 

Menurutnya dari hampir seluruh kasus yang ditangani kebanyakan di laut, korban kebanyakan tidak menggunakan alat penyelamat, sehingga dengan kondisi fisik dan cuaca yang selalu berubah-ubah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

"Inilah keprihatinan kami, hampir seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, karena tidak ada penggunaan alat penyelamat ketika beraktifitas di laut," jelas Fazzli. 

"Padahal ini sangat penting demi keselamatan warga atau nelayan saat melaut," paparnya. 

Ditambahkannya saat ini dengan wilayah kerja administrasi Provinsi Babel terdiri dari daratan Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta perairan yang sangat luas, maka dibentuk unit siaga atau pos di Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, Belitung Timur (Beltim), Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) dan Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel). 

"Dengan adanya penyebaran personel Basarnas di pos atau unit siaga ini, maka dapat mempercepat respon dan pelayanan kepada masyarakat," harap Fazzli. 

"Kami juga mempunyai program SAR terkait upaya pertolongan dan penyelamatan baik kepada instansi terkait atau pun nelayan tentang pentingnya mempersiapkan peralatan keselamatan, sehingga dapat saling membantu ketika terjadi musibah atau bencana alam," pungkas Fazzli. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL