Harga Timah Ungguli Logam Lainnya Karena Stok Menipis

Tim_Wow    •    Rabu, 15 September 2021 | 14:53 WIB
Ekonomi
Caption: Asian Tin Week. (dok/wb)
Caption: Asian Tin Week. (dok/wb)

LONDON, www.wowbabel.com -- Harga logam dasar Shanghai dibuka  lebih rendah pada Rabu (15/9/2021) pagi. Pasar merespon kenaikan Indeks Harga Konsumsi (IHK) Amerika Serikat  yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan Agustus.  Harga timah belum mengalami kenaikan yang signifikan akibat permintaan timah untuk industri hilir masih stabil.

Namun beberapa pelakau pasar mengingatkan jika harga timah akan mempertahankan tren kenaikannya hingga akhir pekan ini. Alasanya persediaan timah di guadang London dan Shanghai  berada di titik terendah sepanjang masa. 

Sedangkan harga sebagian besar logam di London Metal Exchange (LME) naik lebih tinggi setelah harga logam ditutup lebih rendah kemarin. Tembaga turun 1,09%, aluminium turun 1,97%, timbal turun 1,16%, seng turun 1,14%, dan timah naik 05%. Harga timah untuk kontrak tiga bulan berada di US$33.555 per metrik ton.

Harga logam di Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga mengalami  hal yang sama dalam perdagangan semalam. Tembaga turun 0,98%, aluminium turun 3,16%, timbal turun 1,61%, dan seng turun 0,27%.

Kontrak timah di SHFE yang paling banyak diperdagangkan melonjak setelah dibuka tadi malam, dan kemudian sedikit berfluktuasi dengan sedikit perubahan dana. 

Pasokan diperkirakan masih mencukupi. Beberapa perusahaan solder melaporkan bahwa konsumsi cenderung stabil pada bulan September dan Oktober. 

“Tren keniakan harga tidak berlanjut.  Timah SHFE hari ini diperkirakan akan diperdagangkan antara 250.000-255.500 yuan/mt hari ini,” kata analis Shanghai  Metals Market (SMM), Rabu (15/9/2021).

Penuruan semua harga logam dasar di pasar Shanghai maupun LME berlanjut sejak Selasa (14/9/2021) pagi di tengah penguatan indeks dolar AS.  Harga logam LME dalam perdagangan pada hari Senin seperti tembaga turun 1,56%, aluminium turun 1,35%, timah  turun 0,67%, dan seng turun 0,93%. Pada perdagangan menjelang  Selasa  siang, harga timah juga turun 0,04% menjadi US$ 33.365 per ton.

Pasar melihat pasokan logam  mulai stabil dengan beroperasinya sejumlah pabrik peleburan. Sedangkan di industri hilir timah yang banyak digunakan untuk solder dalam produksi yang landai. 

“Pasokan timah dapat mencukupi kebutuhan karena produksi yang stabil dan  impor yang terbuka. Menurut beberapa perusahaan solder hilir, konsumsi akhir industri elektronik tampaknya mendatar sehingga pasokan tidak terpengaruh,” dalam laporan Shangahi Metal Market (SMM), Selasa (14/9) pagi. (wb)



MEDSOS WOWBABEL