Oknum PNS Pemkot Pangkalpinang Diduga Sebagai Pengedar Ganja Asal Aceh

Firman    •    Rabu, 15 September 2021 | 13:51 WIB
Lokal
Tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar ganja asal Aceh diamankan Tim Kalong Sat Narkoba Polres Pangkalpinang.(ist)
Tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar ganja asal Aceh diamankan Tim Kalong Sat Narkoba Polres Pangkalpinang.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  - Tim Kalong Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkapinang berhasil membekuk tiga orang yang diduga sebagai pengedar narkoba, jenis ganja.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial DG (23), VM (35) laki-laki dengan status Pegawai Negeri Sipil di Pemkot Pangkalninang, dan RP (27). Mereka bekuk polisi di wilayah Kota Pangkalpinang pada Selasa (14/9/2021) sekitar pukul 20.15 WIB.

Kasat Narkoba Polres Pangkalpinang Iptu Astrian Tomi mengatakan, pihaknya pertama kali menangkap DG dan VM di sebuah warung kopi kawasan Pintu Air, Pangkalpinang.

"Saat dilakukanw penggeledahan ditemukan ganja yang terbungkus dan dua lembar kertas yang ditemukan di dalam tas warna coklat, serta ditemukan ganja lainnya yang dibungkus dengan satu lembar kertas di kantong celana sebelah kanan pelaku," kata Iptu Astrian Tomi, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut diungkapkan Iptu Astrian Tomi, di tempat yang sama juga ditemukan ganja yang tersimpan di kotak jam merek smart watch warna putih yang dibawa oleh pelaku DG. 

"Kemudian kami melakukanlakukan interogasi, dan tenyata pelaku DG ini mengaku bahwa ganja yang ia dapatkan dari bandar VM," ujarnya.

Lalu setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Kalong langsung bergerak dan  menuju kediaman VM yang berada di Jalan Husada, Pangkalpinang. Di kediaman VM, tim menemukan barang bukti berupa lima linting ganja sisa pakai dan satu buah pirex kaca. 

"Ketika berada di sana kami juga melakukan  penggeledahan di kediaman DG, dan kami pun menemukan 11 bungkus ganja yang disembunyikan di kotak jam tangan dan ganja lainnya yang dibungkus satu plastik ukuran besar yang ditemukan di dalam kotak kamera  warna putih," tutur Astrian Tomi. 

Astrian Tomi pun menjelaskan, meskipun sudah ditemukan barang bukti, namun VM tetap membantah menjadi bandar ganja.

"Sebelumnya pelaku ini sudah mejadi TO (Target Operasi) kami, pelaku mengaku pergi ke Aceh hanya untuk jalan-jalan dan menemui rekannya yang dikenal melalui facebook," kata Astrian Tomi.

Lanjutnya, dari hasil pengembangan VM dan DG, selanjutnya Tim Kalong melakukan penangkapan terhadap RP di kediamannya, dan di sana polisi juga menemukan barang bukti ganja yang dibungkus satu lembar kertas yang disembunyikan di tumpukan baju.

"Kalau pengakuannya RP, dirinya hanya sebagai pemakai dan ganja -ganja tersebut diperoleh dari VM dan DG," ujarnya.

"Dari pengakuan DG ganja-ganja tersebut dijual kepada pembeli dengan harga 50 ribu hingga 60 ribu per paket," ungkap Astrian Tomi. 

Ia menyebutkan, dari hasil penangkapan tiga pelaku, polisi berhasil mengamankanmankan ganja yang diperkirakan seberat setengah kilo gram dan  barang bukti lainnya. 

"Saat ini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 114 ayat (1) pasal 111 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kasat Narkoba Polres Pangkapinang.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL