Pedagang Jual Daging Anjing di Pasar Senen, IKAPPI Jakarta: PD Pasar Jaya Ngapain

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 15 September 2021 | 14:51 WIB
Nasional
Pasar Senen Jakarta Pusat.(net)
Pasar Senen Jakarta Pusat.(net)

JAKARATA,www.wowbabel.com --Temuan adanya perdagangan daging anjing di Blok 3 Pasar Senen Jakarta Pusat adalah bukti lemahnya pengawasan internal pihak pengelola PD Pasar Jaya, dalam hal ini Pengelola Pasar Senen. 

Temuan yang baru ini terungkap sudah berjalan hampir beberapa tahun. Ini kami sayangkan, selama ini bagaimana PD Pasar jaya kelola pasar. 

“Jangan hanya salahkan oknum pedagang yang nakal. Jika pengawasan dilakukan secara benar, kami yakin para pedagang akan tertib dan sangat berhati-hati dalam hal ini. Sampai saat ini IKAPPI Jakarta terus lakukan investigasi atas kasus ini. Dan akan terus memberikan edukasi agar pedagang tidak menjual daging anjing,” ungkap Miftahudin selaku Ketua DPW IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) DKI Jakarat dalam rilisnya, Selasa (14/9/2021).

Menurut Miftahudin, pihaknya bersepakat perlu adanya tindakan tegas untuk pedagang yang nakal , dalam hal ini yang masih menjual daging anjing di sekitaran Pasar Senen, Jakarta Pusat. Namun satu hal yang paling mendasar dan jangan luput dari perhatian publik dan kalangan pemerintah daerah adalah lemahnya pengawasan di internal jajaran PD Pasar Jaya.

“Pentingnya pengelolaan SDM yang cakap berintegritas tinggi , peduli terhadap pasar rakyat serta tidak melulu memikirkan output untuk peningkatan sumbangsih PAD dari pasar rakyat ,” kata Miftahudin.

Ditambahkan Miftahudin, kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama baik di PD Pasar Jaya, pemprov dan pembinaan terhadap pedagang. Ini bukti bahwa proses pengawasan tidak jalan. Pengelola hanya memikirkan pemasukan.

“Aturannya sudah jelas termaktub, di undang-undang pangan, undang-undang perlindungan konsumen serta surat edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menjelaskan bahwa anjing tidak termasuk dalam kategori definisi pangan. Belum lagi dengan potensi terbebas dari penyakit rabies pada hewan,” tegas Miftahudin.(rill/*)



MEDSOS WOWBABEL