Perpusnas Jadikan Bangka Selatan Blue Print Pengembangan Literasi

Aston    •    Rabu, 15 September 2021 | 22:14 WIB
Nasional
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.(as/wb)
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Keseriusan Pemerintah Bangka Selatan memperkuat kualitas sumber daya manusia, Perpustakaan Nasional menjadikan Bangka Selatan Blue Print dalam rangka pengembangan literasi dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional, Drs Syarif Bando saat menyerahkan bantuan mobil Perpustakaan Keliling beserta ratusan buku ilmu terapan dan fasilitas lainnya untuk pengembangan literasi, Rabu (15/9/2021) di Kantor Perpustakaan Nasional, Jakarta. 

"Kami sudah bersepakat jadikan Bangka Selatan sebagai Blue Print pembangunan perpustakaan ke depan dan disaksikan dua anggota DPR RI yang kita hormat ini (Rudianto Tjen Komisi I dan Sopyan Tan Komisi X--red)   semoga kebijakannya nanti bisa," kata Syarif Bando. 

Ia menyampaikan, saat ini perpustakaan nasional memang tengah konsen menyiapkan buku ilmu terapan ke seluruh pelosok sebagaimana amanah Presiden untuk menguatkan skill masyarakat menengah kebawah.

"Komitmen kami bagaimana memahami kebutuhan masyarakat. Saat ini ada 70 juta masyarakat di desa butuh ilmu terapan atau istilah life skill kata pak Presiden untuk mengakamodir masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.

"Contoh bicara perikanan tangkap persolan sederhana pada masalah bibit padahal untuk indukan cukup baca buku 25 halaman saja,  jadi buku terapan sangat bermanfaat sekali maka tugas kami Perpustakaan Nasional  menyiapkan bahan buku terapan baik dalam bentuk cetak maupun digital. Nanti masyarakat bisa belajar bagiamana menanam padi yang baik, beternak yang baik dan sebagainya," sambungnya.

Akan tetapi, parameter kemanfaatan dan keberhasilan program minat baca masyarakat akan buku ilmu terapan, menurut Syarif tergantung keseriusan pada pemimpin daerah bagaimana memastikan agar masyarakat mendapat informasi melalui buku ilmu terapan mengingat masyarakat Indonesia 90 persen tidak mengeyam perguruan tinggi. 

"Maka langkah revolusionernya harus dilakukan dan penentu kebijakan level pendidikan ada pada bupati dan wali kota, kami hanya stimulan. Dan hari ini Bangka Selatan datang dan berkomitmen fokus meningkatkan kualitas SDM, luar biasa keseriusannya," tukasnya.(as/wb) 




MEDSOS WOWBABEL