Realisasi Investasi di Babel Over Target Capai Rp 2,34 Triliun

Dwi H Putra    •    Rabu, 15 September 2021 | 23:15 WIB
Lokal
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Belitung, Darlan.(dwi/wb)
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Belitung, Darlan.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Triwulan kedua atau Juni 2021 realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai Rp 2,34 triliun. Hal ini berdasarkan Laporan Kinerja Penanaman Modal (LKPM) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kementerian Investasi. 

"Target secara nasional dari pusat itu sebesar Rp 4,3 triliun, artinya sudah setengahnya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Belitung, Darlan didampingi Sekretaris DPMPTSP, Supianto di ruang kerjanya, Rabu (15/9/2021).

"Target untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,9 triliun, jadi untuk tingkat provinsi sudah over target," ujarnya. 

Menurut Darlan, pihaknya optimis dapat mengejar target realisasi yang ditetapkan pemerintah pusat hingga akhir tahun 2021 mendatang sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung. 

"Jadi masih on the track, masih sesuai dengan target pemerintah pusat, malah sebenarnya terjadi peningkatan dibanding di 2020 yang hanya sebesar Rp 2,2 triliun," jelas Darlan. 

Lanjutnya nilai investasi yang masuk di Babel ini masih didominasi di sektor perkebunan, tambak udang dan usaha penambangan. 

Tercatat dari tujuh kabupaten/ kota di Babel jumlah investasi hingga saat ini diantaranya Kabupaten Bangka Barat (Babar) sebesar Rp 679 miliar, Bangka Tengah (Bateng) sebesar Rp 631 miliar, Bangka sebesar Rp 572 Miliar, Belitung sebesar Rp 331 miliar, Pangkalpinang sebesar Rp 58 miliar, Bangka Selatan (Basel) sebesar Rp 55 miliar dan Belitung Timur (Beltim) sebesar Rp 46 miliar. 

"Kami harap dengan investasi ini akan terbukanya lapangan pekerjaan dan ekspor meningkat, sehingga laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat pun meningkat," tukasnya. 

Pihaknya menyayangkan investasi di sektor pariwisata belum terlihat menonjol, hal ini dikarenakan situasi pandemi Covid-19.

Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha mempromosikan sektor pariwisata yang menjadi andalan Babel dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Belitung.

"Pariwisata tetap menjadi prioritas, namun karena situasi saja," tandas Darlan. 

"Tapi investor tetap melirik, wait and see saja, kami di pemerintah pun sudah menyiapkan intensif khusus untuk menunjang akses pariwisata ini seperti perbaikan akses jalan," terangnya. 

Ditambahkannya, hanya saja promosi investasi di saat pandemi ini juga menjadi salah satu kendala bagi pihaknya, termasuk minimnya anggaran yang disediakan dari sebesar Rp 1,5 miliar turun menjadi sebesar Rp 250 juta. 

"Promosi dilakukan secara digital dan anggarannya pun tidak terlalu besar hanya sebesar Rp 250 juta, namun kami tetap mendorong pariwisata ini karena menjadi andalan Babel," pungkas Darlan. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL