Saat Duel Maut Sudiar dan Boyon, Tiga Rekannya Malah Kabur

Chairul Aprizal    •    Kamis, 16 September 2021 | 14:55 WIB
Lokal
Lokasi pondok tempat duel maut antara Boyon dan Sudiar di Dusun Pelaik Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang.(rul/wb)
Lokasi pondok tempat duel maut antara Boyon dan Sudiar di Dusun Pelaik Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang.(rul/wb)

TEMPILANG,www.wowbabel.com -- Sudiar (45) warga Desa Tanjung Niur Kecamatan Tempilang meregang nyawa setelah terlibat duel maut dengan Boyon, Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Juga: Empat Hari Tak Pulang, Ternyata Suami Alun Sudah Tewas dan Ditimbun di Lubang Camui

Sudiar tewas dengan luka di leher akibat sabetan senjata tajam yang dihunus oleh Boyon. Mirisnya setelah tewas, mayat Sudiar ditimbun di lubang camui oleh Boyon. Kepada teman-temannya dan warga sekitar, Boyon mengatakan jika Sudiar sudah berangkat ke Sungailiat.

Sementara itu sang istri Sudiar, yakni Alun dengan gelisah menunggu suami yang tak kunjung pulang dari menambang, sudah empat hari sang suami tak juga pulang bahkan tidak bisa dihubungi.

Alun yang resah dan gelisah akhirnya bersama Kadus Pelaik, Sopian Hadi melapor ke Polsek Tempilang. Aparat kepolisian pun bergerak cepat, mereka memeriksa rekan-rekan Sudiar yang sama-sama pergi ke tambang.

 Tiga orang diperiksa dan dimintai keterangan, yakni Rus, Toni dan Sandi. Dari hasil pemeriksaan ternyata didapat keterangan jika malam itu Sudiar dan Boyon terlibat perkelahian. Sementara itu tiga rekan tersebut bukan melerai tapi malah memilih kabur dari pondok.

Aparat Polsek Tempilang langsung memburu Boyon. Setelah mendapat informasi keberadaan Boyon, polisi langsung meringkusnya di kediaman sang kakak kawasan Desa Air Lintang Kecamatan Tempilang.

Semula Boyon bersikukuh tidak mengetahui keberadaan Sudiar. Ia mengatakan jika Sudiar sudah berangkat ke Sungailiat. Namun polisi tak percaya begitu saja dan langsung memeriksa lokasi di sekitar pondok tambang. Benar saja, saat tiba di lokasi polisi mulai mencium aroma tak sedap dari lubang camui, ternyata mayat Sudiar tertimbun tanah di lubang camui.

Boyon tak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengakui perbuatannya. Kepada penyidik Boyon mengaku kesal lantaran Sudiar sering mengeluarkan kata-kata yang kurang enak sehingga terjadi lah perkelahian malam itu.

Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi SH mengungkapkan Boyon saat diperiksa mengaku puas dan tidak merasa menyesal sedikitpun sudah menghabisi nyawa Sudiar dengan sadis.

"Emang pelaku dan korban sudah lama kenal dan tidak pernah akur, pas malam itu korban ini kan dengan rekan-rekan lainnya mau ke pondok mengambil motor," ungkap Ipda Mulia, Rabu (15/09/2021).

"Saat terjadi perkelahian dengan pelaku yang rekan-rekan lainnya takut malah kabur semua, pas awal pertengkaran saja mereka berada di lokasi, terus mereka takut dan lari jadi ditinggalnya korban," sambung Ipda Mulia.

Dari hasil pemeriksaan, Ipda Mulia juga mengungkapkan setelah mengetahui Sudiar tewas, Boyon langsung menyeretnya ke lubang camui yang tak jauh  dari pondok. Mayat Sudiar ditimbun dengan tanah di dalam lubang camui.

“Untuk motif pembunuhannya pelaku merasa dendam terhadap korban dan memang tidak akur dari dulu," imbuh Kapolsek Tempilang

Selain mengamankan Boyon, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah sepeda motor matic dan satu helai celana panjang warna hitam yang digunakan Sudiar.

Ipda Mulia menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP Subs pasal 351 Ayat 3 KUHP.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE