Pasukan Khusus TNI AL Kuasai Pantai Tanjung Kelayang

Tim_Wow    •    Jumat, 08 Oktober 2021 | 18:11 WIB
Nasional
Pasukan Khusus TNI AL saat diterjunkan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung.(ist)
Pasukan Khusus TNI AL saat diterjunkan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung.(ist)

TANJUNGPANDAN,www.wowbabel.com -- Ratusan personel pasukan khusus  TNI Angkatan Laut berhasil menduduki pantai Tanjung Kelayang, Belitung. Pantai di kawasan ekonomi khusus (KEK) ini tepat pukul 05.00 WIB dikuasai setelah pasukan diturunkan dari KRI sejauh 3 mil di laut.

Ratusan anggota pasukan khusus bersenjata lengkap menggunakan perahu karet dengan didayung menuju sasaran. Dalam waktu singkat, ratusan personel mendarat di pantai dan menduduki sasaran yangsudah ditetapkan.

Penguasaan Pantai Tanjung Kelayang oleh pasukan khusus TNI AL  bagian dari rangkaian Latihan Pendaratan Khusus TA 2021.  Gubernur Provinsi Bangka Belitung  Erzaldi Rosman ikut  mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, menyaksikan langsung pelaksanaan Latihan Pendaratan Khusus TA 2021.

Bahkan sebelum menyaksikan latihan, Erzaldi Rosman bersama Kasal Laksamana Yudo menumpang pesawat patroli maritim TNI-Al CN 235 terbang dari Bandung menuju Belitung. Dalam perjalanan terbang di udara itu, Kasal menunjukkan sejumlah tekhlogi patroli yang dimiliki TNI AL sepanjang laut Jawa hingga Bangka.

Rangkaian latihan,  pasukan TNI AL menunjukka keahlian renang rintis hingga pendaratan kompi pendaratan khusus (Ratsus). Setelah itu  dilanjutkan dengan eksekusi sasaran Ratsus. 

Personel yang dilibatkan dalam latihan ini diantaranya, MA & Kima Ratsus (22 pers), Brigif (70 pers), Taifib (2 pers), Zeni (2 pers), KOM (4 pers), dengan total personil sebanyak 100 personel.  Sedangkan material yang disimulasikan diantaranya, perahu karet, mopel, tangki BBM, pompa PK, selang BBM, dayung, swimvest, fin snorkle. 

Kasal Yudo Margono, menjelaskan ratsus ini merupakan rangkaian kegiatan Latihan Operasi Amfibi yang akan digelar tahun ini. Tugas pokok yang harus diselesaikan dalam latihan ini adalah Kompi G (-) DPK melaksanakan pendaratan khusus, merebut dan menduduki sasaran pada hari "H" jam "J" di Tanjung Kelayang, dalam rangka mendukung operasi pendaratan utama. 

"Namun ini kita laksanakan secara parsial sebelum dilaksanakan di Dabo Singkep, Kepulauan Riau," jelas Kasal Laskamana Yudo dalam rilis Diskominfo Provinsi Bangka Belitung, Jumat (8/10/2021). 

Kasal menambahkan, pasukan yang terlibat merupakan pasukan khusus dari KRI yang berada di 3 mil dari bibir pantai yang didaratkan untuk menghancurkan sasaran khusus, sebelum pasukan utama oleh pasukan amfibi dilaksanakan. 

"Mereka akan menghancurkan sasaran-sasaran strategis di darat terlebih dahulu seperti radar lawan atau sarana komunikasi untuk melemahkan kekuatan lawan, sehingga pasukan induknya lebih mudah didaratkan," jelasnya lagi. 

Ketika pantai tujuan dianggap clear sehingga pasukan lain bisa menyusul didaratkan. Pasukan khusus didaratkan terlebih dahulu menggunakan perahu karet untuk faktor kerahasiaan, bahkan mesin dimatikan dan menggunakan dayung.

"Seharusnya pendaratan dilaksanakan jam dua pagi. Latihan dilaksanakan tidak sesuai waktu agar bisa terlihat apa yang sedang dilatihkan," ungkapnya. 

Pelaskanaan latihan dilaksanakan bertepatan dengan jadwal kegiatan Kasal bersama Aspeksindo di Bangka Belitung.Dan itu dilaksanakan oleh Kasal secara mendadak untuk menguji kesiapan personelnya.

Kendala yang dihadapi saat ratsus dicoba untuk meningkatkan profesionalisme prajurit karena tiap wilayah yang menjadi lokasi latihan berbeda. Kendala di Pulau Belitung adalah terdapat banyak batu-batu besar, sehingga meyulitkan proses pendaratan personil. 

"Dalam keadaan gelap, rintangan batu menjadi kendala dalam pendaratan," jelasnya. (*)





MEDSOS WOWBABEL