Pulang dari PON XX, Atlet Kontingen Babel Bakal Dikarantina

Dwi H Putra    •    Jumat, 08 Oktober 2021 | 14:09 WIB
Lokal
Caption: Tim KKP dan Satgas Isoter Bangka Belitung melakukan pemeriksaan bagi atlet Babel yang baru pulang dari PON XX Papua. (dwi/wb)
Caption: Tim KKP dan Satgas Isoter Bangka Belitung melakukan pemeriksaan bagi atlet Babel yang baru pulang dari PON XX Papua. (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam hal ini Satgas Isoter melakukan pemeriksaan terhadap atlet dan official asal Babel yang pulang dari Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke - XX di Papua. 

"Sesuai surat edaran dari Satgas Pusat hal ini untuk dilakukan untuk antisipasi, pasalnya ada klaster tersendiri di PON, sehingga perlu diantisipasi penyebarannya," kata Ketua Satgas Isoter sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa kepada wowbabel.com melalui pesan suara whatsapp, Jumat (8/10/2021). 

Lanjutnya dari edaran itu satgas di daerah diharuskan melakukan karantina bagi semua seluruh kontigen PON Papua ke-XX.

"Hari ini ada dua kontigen yang pulang ke Babel dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk penyakit malaria bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pangkalpinang, kemudian menjalani karantina selama lima hari di isoter Asrama Haji Babel," jelas Mikron.

"Selanjutnya menjalani pemeriksaan PCR, apabila hari terakhir negatif maka bisa pulang dan menjalani kesehariannya," ujarnya. 

"Dan sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19 baik atlet maupun official asal Babel," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel ini. 

Diketahui Satgas Pusat melalui Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 17 tahun 2021 tentang Ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19. 

Dilatarbelakangi bahwa dalam rangka menindaklanjuti perkembangan situasi penanganan Covid-19, diperlukan penyesuaian mekanisme perjalanan orang dalam negeri yang secara spesifik dalam mengendalikan potensi penularan pasca kegiatan besar skala nasional yang melibatkan interaksi fisik, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Bahwa kondisi COVID-19 di tingkat nasional sedang dalam keadaan relatif terkendali yang ditandai dengan penurunan angka kasus positif, positivity rate dan Bed Occupancy Ratio (BOR), sehingga dipandang perlu untuk mengatur ketentuan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti kegiatan PON XX Papua 2021 untuk mengantisipasi peningkatan penularan Covid-19.

Bahwa pengaturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti kegiatan PON XX Papua 2021 (kontingen, Panwasrah PON, KONI, pegawai kementerian/lembaga) akan diberlakukan karantina selama lima hari dengan pertimbangan telah mendapatkan vaksin, melakukan tes skrining Covid-19 rutin setiap hari terutama bagi atlet, dan melakukan perjalanan skala dalam negeri.

Bahwa berdasarkan pertimbangan perlu menetapkan Addendum Kedua Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Maksud addendum kedua surat edaran ini adalah untuk menambahkan ketentuan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan orang dalam negeri yang kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti kegiatan PON XX Papua 2021.

Tujuan addendum kedua surat edaran ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah dan mengantisipasi penularan Covid-19 pasca penyelenggaraan PON XX Papua 2021.

Ruang lingkup addendum kedua surat edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti penyelenggaraan PON XX Papua 2021 (Kontingen PON XX Papua 2021, Panwasrah PON, anggota KONI Pusat, dan pegawai Kementerian/Lembaga Pemerintah).

Dasar hukum arahan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan PON XX Papua 2021 pada tanggal 4 Oktober 2021.

Pengertiannya kontingen PON XX Papua 2021 adalah seluruh atlet, ofisial (pengurus KONI provinsi, juru masak, masseur, psikolog, dokter, perawat, mekanik, dan anggota lainnya), pelatih, dan tim pengamanan yang dikirim oleh provinsi untuk ikut serta dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Ia menambahkan beberapa ketentuan sebagai berikut seluruh Kontingen PON XX Papua 2021, Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON, anggota KONI Pusat, serta pegawai kementerian/lembaga yang mengikuti atau bertugas di kegiatan PON XX Papua 2021 seminimalnya dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari wajib menjalankan protokol kesehatan pada saat kedatangan di tempat asal tujuannya, diantaranya tes RT-PCR dan karantina selama 5 x 24 jam di fasilitas karantina/isolasi terpusat yang telah ditunjuk dan disiapkan oleh pemerintah provinsi dan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah masing-masing.

Dalam hal hasil tes RT-PCR sebagaimana dimaksud menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Pada hari ke-4 karantina sebagaimana dimaksud dilakukan tes RT-PCR kedua. 

Dalam hal hasil tes RT-PCR kedua sebagaimana dimaksud menunjukkan hasil negatif, maka yang bersangkutan diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan.

Dalam hal hasil RT-PCR kedua sebagaimana dimaksud menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah daerah dan pemeriksaan tes RT-PCR sebagaimana dimaksud dilakukan di laboratorium yang telah terverifikasi oleh Kementerian Kesehatan ke dalam sistem Pedulilindungi.

Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan protokol kesehatan tes, karantina, dan perawatan bila positif setelah mengikuti PON XX Papua 2021 sebagaimana dimaksud pada angka 9 ditanggung oleh pemerintah provinsi dan satgas penanganan Covid-19 daerah masing-masing.

Pemantauan, pengendalian dan evaluasi yang dilakukan setiap Ketua Kontingen PON XX Papua 2021 wajib melaporkan pelaksanaan protokol kesehatan Kontingen pasca mengikuti PON XX Papua 2021 kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi dan KONI Pusat secara berjenjang.

Pelaksanaan protokol kesehatan setelah mengikuti PON XX Papua 2021 wajib dilaporkan oleh KONI Pusat kepada kementerian/lembaga terkait di tingkat Pusat, termasuk tapi tidak terbatas kepada: Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Kesehatan.

Pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan pasca mengikuti PON XX Papua 2021 dilakukan oleh KONI Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, serta Satuan Tugas Penanganan COVID-19 masing-masing daerah.

Addendum kedua surat edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 6 Oktober 2021 hingga 31 Oktober 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL