Nelayan Bangka Dukung Gubernur Babel Lawan Gugatan PT Pulomas

Hendri Dede PKP    •    Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:45 WIB
Lokal
Sejumlah nelayan Kabupaten Bangka yang mendukung Gubernur Bangka Belitung untuk melawan gugatan PT Pulomas.(hen/wb)
Sejumlah nelayan Kabupaten Bangka yang mendukung Gubernur Bangka Belitung untuk melawan gugatan PT Pulomas.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Perwakilan Nelayan Kabupaten Bangka bersepakat mendukung Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mencabut izin operasional PT Pulomas Sentosa. Saat ini, PT Pulomas dikabarkan telah melayangkan gugatan terhadap Gubernur Bangka Belitung.

Pencabutan izin pengerukan kepada PT Pulomas itu sebelumnya tertuang dalam SK Gubernur Bangka Belitung Nomor 188.44/720/DLHK/2021 tentang pemberian izin lingkungan kegiatan normalisasi alur, muara dan kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Pasca pencabutan izin itu, PT Pulomas dikabarkan melayangkan gugatan kepada gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang. Informasi tersebut dikabarkan yang dikutip dari media lokal di Bangka Belitung.

Mendengar adanya gugatan dari pihak PT Pulomas itu, Asdar salah satu perwakilan nelayan di Muara Air Kantung didampingi kuasa hukum dari Organisasi Bantuan Hukum Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Bangka, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi terkini saat ini.

Dibacakan Asdar, nelayan dan pesisir Muara Air Kantung sesungguhnya telah menyatakan perasaan ketidakadilan, keresahan dan ancaman serius atas keberadaan dua bukit tumpukan pasir PT Pulomas yang ada di ujung Muara Air Kantung yang merupakan satu-satunya alur bagi kapal nelayan.

"Kami telah jenuh dan kesal selalu diatasnamakan, setiap kali protes atas kerusakan lingkungan perairan kami layangkan kepada pemerintah, justru perusahaan mendapatkan perpanjangan rekomendasi pekerjaan pengerukan," katanya, Selasa (12/10/2021). 

"Berkali-kali sudah terjadi kapal kandas, kapal tenggelam, tabrakan antara kapal ketika mendekati ujung Muara Air Kantung, hendaklah ini dihentikan," ujarnya.

Mendengar Gubernur Bangka Belitung telah memberikan sanksi administrasi pencabutan perizinan berusaha bagi PT Pulomas ini, lanjut Asdar membacakan, pencabutan perizinan terhadap Pulomas Sentosa di Air Kantung adalah tindakan yang dikehendaki sepenuhnya oleh nelayan dan warga pesisir yang tergabung dalam wadah gerakan tersebut.

"Sebab, hanya dengan dicabutnya perizinan berusaha maka kegiatan PT Pulomas Sentosa menempatkan pasir dan membentuk dinding berupa bukit pasir di ujung Muara Air Kantung efektif berhenti," ungkapnya.

Dengan demikian, kata Asdar, nelayan Air Kantung memberikan kuasa sepenuhnya kepada Gubernur Provinsi Bangka Belitung untuk melawan gugatan yang diadakan PT Pulomas Sentosa. Selain itu, menuntut ganti rugi pemulihan kerusakan lingkungan alur pelayaran nelayan di Muara Air Kantung kepada PT Pulomas Sentosa.

Tak hanya itu, lanjut Asdar, meminta Gubernur Provinsi Bangka Belitung menetapkan status bencana non alam yang disebabkan longsor bukit pasir Pulomas Sentosa telah menyebabkan alur perairan menjadi dangkal 

"Menyebabkan alur perairan menjadi dangkal mengakibatkan kapal-kapal nelayan tidak dapat keluar dari pelabuhan menuju laut tangkapan ikan maupun memasuki pelabuhan untuk pengepakan ikan," pungkasnya.(hen/wb) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE