TBS Sawit di Bangka Belitung Naik antara Rp 58 Hingga Rp 80 Per Kilogram

Tim_Wow    •    Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:46 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode Oktober 2021 di Provinsi Bangka Belitung kembali naik.  Kenaikan harga TBS untuk semua kelompok umur tanaman kelapa sawit antara Rp 50 hingga Rp 80 per kilogram.

Kenaikan harga diputuskan melalui rapat Tim Penetapan Harga Tandan Buah Kelapa Sawit Provinsi Bangka Belitung yang digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/10/2021).

Sesuai dengan berita acara hasil rapat  di laman distan.babelprov.go.id menyebutkan kenaikan harga TBS tersebut terjadi pada semua kelompok umur tanaman. Pada kelompok umur tanaman 10 hingga 20 tahun  harga TBS d sebesar Rp 2.585 per kilogram lebih tinggi dibandingkan bulan September  Rp 2.527 per kilogram. 

Harga TBS  untuk kelompok umur tanaman tiga dan empat tahun naik masing-masing menjadi Rp 2.140 dan Rp 2.220 per kilogram. untuk TBS umur kelapa sawit lima tahun harga TBS Rp 2.302 per kilogram.

Dalam berita acara yang ditandatangani Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP itu juga menetapkan harga TBS untuk kelompok umur enam dan tujuh tahun masing-masing sebesar Rp 2.390 dan Rp 2.514 per kilogram. Sementara untuk kelompok umur tanaman delapan dan sembilan tahun masing-masing Rp 2.558 dan Rp 2.564 per kilogram.

Harga TBS kelapa sawit tersebut ditetapkan tim dengan memperhatikan informasi dan data yang disampaikan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ditunjuk sebagai sumber data. 

"Ada empat belas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dijadikan sumber data dalam rangka menetapkan harga pembelian TBS kelapa sawit bulan ini," kata Juaidi.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin sebelumnya mengatakan kenaikkan harga TBS di Kabupaten Bangka, menjadi salah satu faktor pembantu percepatan pemulihan ekonomi daerah itu akibat pandemi Covid-19. Apalagi tanaman kelapa sawit banyak dimiliki langsung oleh petani.

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia mendorong kenaikan harga TBS sawit. Dampaknya juga terjadi kenaikan harga minyak goreng yang ikut berkontribusi terhadap Inflasi pada September 2021, di Provinsi Bangka Belitung.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung mencatat inflasi kelompok makanan terjadi pada komoditas minyak goreng, pada September 2021 inflasi minyak goreng di Bangka Belitung sebesar 1,67% (mtm) atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 1,42% (mtm).  (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE