Harga Timah Turun Tapi Masih di Level 36.000 Dolar AS

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:39 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Sebagian harga logam dasar di pasar London dan Shanghai cenderung turun sejak penutupan pasar Selasa (12/10/2021) malam. Kondisi ini berlanjut pada pembukaan pasar pagi harinya. Namun penurun harga tidak terlalau tajam, seperti harga timah untuk kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) masih berada di US$36.000 per metrik ton.

Penurun harga logam akibat pasar yang sensitif dengan keputusan kenaikan harga listrik dengan rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh kekurangan energi di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Sentimen pasar juga tertekan oleh penarikan likuiditas Bank Rakyat China. Pembayaran utang yang terlewatkan oleh raksasa properti Cina Evergrande sehingga memukul kepercayaan di sektor real estat Cina yang mengkonsumsi sejumlah besar logam.

Logam dasar Shanghai Futures Exchange (SHFE)  turun di tengah ekspektasi yang lebih kuat dari pengurangan pembelian utang oleh Fed.  Tembaga turun 0,7%, timbal turun 1,2%, nikel kehilangan 1,32%, dan aluminium naik 0,96%.

Timah untuk kontrak November di SHFE turun setelah mengalami kenaikan yang tinggi sehari sebelumnya. Pasar melihat output di smelter diperkirakan akan meningkat MoM di bulan Oktober. Pasca juga mendengar info bahwa hampir 80% karyawan di Malaysia Smelting Corp MSC telah kembali beroperasi. 

“Harga semalam turun di bawah 276.000 yuan per metrik ton. Pasokan diperkirakan akan meningkat. Pasar perlu memberikan perhatian khusus apakah kenaikan harga batu bara dan pemanasan musim dingin di Cina utara akan kembali memperburuk kekurangan listrik. Timah SHFE diperkirakan akan menemui resistance di 276.000 yuan/mt dan menemukan support di 270.000 yuan/mt hari ini,” kata anlasi Shanghai Metal Markets, Rabu (13/10/2021). (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE