Palsukan SKSHH, JT Pengangkut Kayu Ilegal Ditangkap Gakkum KLHK

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:01 WIB
Nasional
Caption: Tim Operasi Gakkum KLHK saat menangkap JT yang membawa kayu ilegal. (IST)
Caption: Tim Operasi Gakkum KLHK saat menangkap JT yang membawa kayu ilegal. (IST)

MAKASSAR, www.wowbabel.com -- Tim Operasi Gabungan Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah I Makassar menggagalkan peredaran kayu ilegal antar Provinsi yang menggunakan dokumen palsu. 

Tim operasi mengamankan sebuah truk Fuso bermuatan 165 batang kayu dan menahan JT yang mengangkut kayu, pada Senin (11/10/2021) di Jalan Poros Palopo Larompong, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan JT diketahui berperan mengangkut, mencari dokumen palsu dan mencari pembeli kayu di Kabupten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Selain JT ada pihak penyedia dokumen palsu, penyiapan sarana angkutan kayu dari kawasan hutan dan saat peredaran di luar hutan. 

“Saya instruksikan para penyidik untuk mendalami kasus ini dan mencari pelaku lainnya, yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk membongkar jaringan perdagangan kayu ilegal. Harapan saya kerja kami ini bisa memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan efek jera,” kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Selasa (12/10/2021).

"JT mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) malahan menggunakan SKSHH palsu," sambungnya. 

JT akan dikenakan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 37 Angka 3 dan 13  Undang–Undang  No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang telah diubah dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 88 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 14 Huruf b dan/atau Pasal 88 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 16 Undang–Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. JT dikenakan hukum penjara maksimum 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE