Produksi Mulai Pulih Tapi Harga Timah Tetap di Level Tertinggi

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:58 WIB
Ekonomi
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www. wowbabel.com – Harga timah dunia di pasar global diperkirakan tetap berada di level tertinggi dalam waktu dekat. Mulai pulihnya produksi di beberapa negara penghasil timah dalam jangka pendek tidak akan membuat harga berfluktuasi tajam. 

“Secara umum, harga timah kemungkinan akan tetap pada level yang tinggi karena permintaan dan penawaran akan menjaga keseimbangan yang dinamis di masa depan,” demikian keterangan Survei Shanghai Metals Market (SMM) yang dirilis, Rabu (13/10/2021).

Survei SMM  menyebutkan produksi timah domestik China mencapai 13.018 metrik ton  pada bulan September, turun 4,7% dari Agustus. Beberapa smelter di Yunnan mengurangi produksi secara signifikan, namun sebagian besar diimbangi oleh perusahaan lain yang dibebaskan dari pengaruh pembatasan energi. 

 “Total timah yang keluar di Yunnan dan wilayah produksi utama lainnya di China tetap stabil secara keseluruhan.” 

Penurunan produksi timah China di September  terutama disumbang oleh area produksi bukan dari daerah penghasil utama yang  dipengaruhi oleh penjatahan listrik dan inspeksi perlindungan lingkungan.

SMM memperkirakan hasil produksi timah pada bulan Oktober 14.650 metrik ton, naik 12,54% dari bulan September dengan kontribusi dari Guangxi dan area produksi lainnya. 

Produksi timah dunia juga diperkirakan mulai stabil seteah  80% dari kapasitas produksi peleburan milik Mlaysia Smelting Corp (MSC) telah pulih dan impor diperkirakan akan meningkat karena harga produk luar negeri yang relatif rendah. 

“Singkatnya, pasokan mungkin meningkat sampai batas tertentu dalam waktu dekat,” tambah laporan survey SMM.

Sedangkan dari sisi permintaan akan timah di industri hilir meningkat signifikan di tengah penurunan harga timah belakangan ini. Di sisi lain, industri fotovoltaik telah menunjukkan lebih banyak permintaan untuk solder timah, dan sektor ini kemungkinan akan lebih berkembang karena pasokan listrik yang ketat setelah harga batu bara melonjak. 

“Permintaan timah solder, yang menempati porsi besar dari total permintaan, kemungkinan besar juga akan meningkat,” kata laporan itu.

Survei bulanan SMM tak jauh berbeda dengan survei tahunan ketujuh belas pengguna timah yang dilakukan oleh International Tin Association (ITA) yang  menemukan penggunaan timah olahan pada tahun 2020 menurun -1,6% menjadi 361.900 ton, dengan perkiraan naik sebesar  7,2% pada tahun 2021. 

Kebutuhan timah solder masih menjadi pangsa terbesar untuk logam timah selama masa pandemi Covid-19. Permintaan akan solder meningkat  karena banyak digunakan konsumen industri elektonik akibat pembatasan pekerjaan di kantor dan belajar dari rumah selama 202-2021.

Pada konsumen logam timah untuk industri terbaharukan seperti indutsri kendaraan listrik, menurut para responden akan  terjadi peningkatan di tahun 2021 sebesar 20%. Bahkan diperkirakan timah untuk kebutuhan industri energi terbaharukan terus meningkat.

Dalam publikasi yang dikutip dari internationaltin.org, Selasa (12/10/2021), IT melaporkan solder masih menyumbang pangsa global terbesar dari penggunaan timah sebesar 48% pada tahun 2020,  sedikit turun dari tahun sebelumya. 

“Prakiraan untuk tahun 2021 menunjukkan peningkatan rata-rata global sebesar 8,8% terkait dengan pemulihan yang cepat dari pandemi COVID-19 dengan RoW jauh lebih positif pada 15,9%.  Pertumbuhan YoY dari -9,2% pada tahun 2020,” kata ITA dalam siaran persnya. 

Peningatan penggunanan solder akibat permintaan yang meningat dari sektor penggunaan elektronik didorong oleh peningkatan kerja, pendidikan, dan rekreasi dari rumah. Responden bahkan menilai sektor elektronik ini akan meninghkat melihat potensi masa depan terkait teknologi 5G. (*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE