Setelah Nikel dan Bauksit, Jokowi Mau Setop Ekspor CPO

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:17 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Indonesia  sudah menghentikan ekspor nikel dalam bentuk mentah (raw material). Sejumlah komoditas eskpor tambang maupun perkebunan segera menyusul. Dalam waktu dekat, mineral tambang bauksit untuk dihentikan lalu minyak sawit mentah (CPO) juga masuk dalam daftar.

Langkah penghentian ekspor sejumlah komoditas ini dilakukan secara bertahap sebagai persiapan bagi Indonesia untuk meningkat nilai tambah dari hasil sumber daya alam dengan cara hilirisasi besar-besaran di semua komoditas agar memiliki nilai tambah.

Demikain dikatakan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia, Rabu (13/10/2021).

“Setelah nikel apa? Ya nanti berikutnya bauksit. Setop! Enggak bisa lagi ekspor mentahan, harus menjadi aluminium. Memang ini tahapan-tahapan ada transisinya dan harus berani kita mengatakan tidak, seperti pada saat nikel, kita bilang tidak. Meskipun kita digugat di WTO, enggak apa-apa,” kata Jokowi.

Langkah Indonesia untuk menghentikan ekspor komoditas dalam bentuk mentah meski mendapat tantangan dari dunai internasional, kata Jokowi harus dihadapi. Indonesia sebagai pemilik barang tidak boleh gentar terhadap ancaman gugatan dari dunia internasional.

“Ini kan nikel-nikel kita, barang-barang kita. Mau kita jadikan pabrik di sini, mau kita jadikan barang di sini, hak kita dong. Kita hadapi kalau ada yang menggugat, kita hadapi. Jangan (saat) digugat, kita mundur lagi. Enggak akan kesempatan itu datang lagi, peluang itu datang lagi. Ini kesempatan kita bisa mengintegrasikan industri-industri besar yang ada di dalam negeri,” tukas Jokowi. 

Tidak saja komoditas tambang, komoditas hasil perkebuan berupa minyak sawit juga akan disetop ekspornya. 

“Sawit juga sama. Suatu titik nanti setop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan-turunan lainnya. Sekali lagi, harus punya keberanian. Jangan sampai kita grogi, gara-gara kita digugat di WTO. Ya disiapkan lawyer yang kelas-kelas internasional, juga enggak kalah kita,” kaat Jokowi.

Langkah penghentian ekspor dalam bentuk mentah, tambah Jokowi dalam upaya mengintegraskan anatara hilirisasi dengan pembangunan industrialisasi yang memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia. 

“Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan untuk mengintegrasikan apa yang kita cita-citakan. Kita nanti bulan depan juga memulai untuk membangun green industrial park dengan produk keluarannya adalah produk hijau, energinya dengan energi hijau. Karena semua nanti ke depan, yang namanya Uni Eropa, Amerika enggak mau membeli barang yang dihasilkan dari industri yang menggunakan, misalnya batu bara, sudah enggak mau lagi. Semuanya mengarahnya ke sana, sehingga kita harus mendahului,” ujarnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE