Jadi Bandar Sabu dan Ekstasi, Empat Pemuda di Muntok Diciduk Polisi

Chairul Aprizal    •    Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:49 WIB
Lokal
Caption: Polres Bangka Barat menangkap empat pemuda di Muntok yang jadi pengedar narkoba. (rul/wb)
Caption: Polres Bangka Barat menangkap empat pemuda di Muntok yang jadi pengedar narkoba. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Empat pemuda dinMuntok diciduk tim hantu Satresnarkoba Polres Bangka Barat karena menjual narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Kabag Ops Polres Bangka Barat Kompol Evry  Susanto didampingi Kasat Res Narkoba IPTU Eddy Yuhansyah keempatnya termasuk bandar karena memakai sekaligus menjual.

Evry menjelaskan polisi lebih dulu menangkap tersangka warga Keranggan, Kecamatan Muntok yakni MD (24) dan TR (25) hari Senin, (11/10/2021), sekira pukul 13.00 WIB di Sungai Babi bersama barang buktinya enam paket diduga sabu-sabu dengan berat 1,68 gram.

"Berdasarkan keterangan MD dan TR menerangkan bahwa ia disuruh oleh RD dan YY," jelas Kabag Ops Polres Bangka Barat Kompol Evry Susanto dalam konferensi pers, Kamis (14/10/2021).

Berdasarkan pengembangan dari kedua tersangka, Tim hantu menangkap kedua tersangka lainnya warga Menjelang, Kecamatan Muntok yakni RD (24) dan YY (24) di rumahnya bersamaan dengan barang bukti 11 bungkus diduga sabu-sabu dan 13 butir pil diduga ekstasi dengan rincian 6 butir berwarna biru bentuk persegi lima dan tujuh butir berwarna hijau bentuk persegi empat.

"Berdasarkan keterangan RD dan YY mereka disuruh oleh YS yang keberadaannya di Jakarta itu DPO (masih buron-red)" ujar Evry Susanto.

Adapun barang bukti lain yang ikut diamankan dari tersangka RD dan YY yaitu 1 unit HP Oppo A3S, 2 unit timbangan digital, 1 unit HP Vivo, dan 1 unit HP Maxtron,

Sedangkan dari tersangka MD dan TR yaitu 1 unit Sepeda motor satria FU 150 BN 6426 MI, 2 unit HP Vivo, 1 unit HP Maxtron, dan 1 buah plastik kresek warna hitam.

Masing-masing tersangka dikenakan dua pasal berbeda sesuai dengan besaran barang bukti narkoba yang ditemukan, yakni,

Tersangka MD dan TR dikenakan pasal 114 ayat 1 Subs pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika diancam dengan pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,

Sedangkan tersangka RD dan YY dikenakan pasal 114 ayat 2 Subs pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika diancam dengan pidana minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Kalau peran masing-masing semuanya pemakai dan penjual, DPO nya itu YS di Jakarta hasil pengembangan nanti kita Kordinasi dengan pihak kepolisian narkoba disana" tuturnya.

Ditambahkan oleh Kasat Res Narkoba Polres Bangka Barat IPTU Eddy Yuhansyah peran DPO YS sebagai penyedia barang untuk mengarahkan tersangka RD dan YY meneruskan kepada tersangka MD dan TR hingga sampai ke tangan pembeli/pemakai menggunakan komunikasi lewat telepon.

"Kalau untuk ekstasi berdasarkan keterangan dari tersangka itu dijual ke kalangan hiburan karena tertangkapnya di Mentok berarti dipakai dimentok," tutupnya. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE