Pengerit Makin Merajalela, Petugas SPBU Berok Diduga Main Mata

Herdian wow    •    Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:27 WIB
Lokal
Caption: Para pengerit di SPBU 24 331 72 Koba. (her/wb)
Caption: Para pengerit di SPBU 24 331 72 Koba. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Banyaknya pengerit BBM jenis Premium dan Solar di setiap SPBU sudah menjadi pemandangan yang tidak aneh lagi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Khususnya di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Pantauan media ini SPBU 24 331 72 Koba Kelurahan Berok setiap hari tidak pernah sepi oleh pengerit dan semakin bertambah jumlahnya bahkan mobil tangki BBM jenis Premium dari Pertamina belum datang saja motor pengerit sudah terparkir didepan nozel pengisian, Kamis (14/10/2021).

Diketahui sebelumnya parkir di SPBU 24 331 72 ada biayanya dan bagi pengerit harus bayar jika mau diposisi terdepan.

Dimana saat ini BBM jenis Premium berubah menjadi PLK yang peruntukannya untuk para pengendara sepeda motor, kendaraan plat kuning dan tidak melayani kendaraan pribadi roda empat.

Pantauan wowbabel di lokasi tampak banyak para pengerit yang ngantri bahkan ada yang membawa jeriken ditambah lagi para pengerit tersebut yang menggunakan stik nozel.

Yani petugas SPBU tidak mempermasalahkan banyaknya pengerit yang membawa jiriken.

Saat media ini menanyakan apakah di SPBU 24 331 72 pengerit diperbolehkan.

"Selama pakai kendaraan bermotor tidak masalah kalau mau ngerit," ujarnya.

Diketahui SPBU 24 331 72 Berok tidak pernah sepi oleh pengerit bahkan selain petugas SPBU pengerit bebas menggunakan stik nozel untuk mengisi tangki dan jeriken.

Mengacu pada undang-undang Migas no 22 tahun 2001, pasal 55 tentang minyak dan gas bumi, yang menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan / atau niaga bahan bakar minyak yang bersubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

Pada masa pandemi seperti sekarang ini yang mana pemerintah selalu mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, guna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Namun sangat disayangkan karena karyawan SPBU 24 331 72 tidak mengindahkan aturan yang telah dianjurkan oleh pemerintah, yakni tidak menggunakan masker pada saat bekerja, padahal di lokasi SPBU itu banyak masyarakat berkerumun dalam mengantri BBM, serta Karyawan SPBU ini juga tidak menerapkan 3 S sehingga hal ini memberikan efek kurang nyaman kepada setiap pelanggan SPBU tersebut.

Terpisah, Sekretaris Satpol-PP Bateng Wawan Kurniawan Nurdin mengatakan akan menindaklanjuti dan melaporkan ke Pertamina apakah hal ini diperbolehkan.

"Kita akan melaporkan ke Pertamina apakah memperbolehkan pengerit bebas menggunakan derigen," tandasnya (her/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE